Rekrutmen ASN Pemprov, Kemenpan Lambat Beri Jawaban

 KEBUTUHAN ASN PEMPROV: Anom Surahno (kanan) menyambut Khofifah Indar Parawansa saat launching kantor media nasional di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
KEBUTUHAN ASN PEMPROV: Anom Surahno (kanan) menyambut Khofifah Indar Parawansa saat launching kantor media nasional di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Hingga 2018, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pensiun akan mencapai 2.158 orang. Jumlah tersebut akan meningkat hingga 10.200 orang pada 2020. Tentu saja ini bukan jumlah yang sedikit.

Sayangnya, hingga kini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) belum memberikan jawaban soal kebutuhan formasi ASN di lingkungan Pemprov Jatim.

Sebenarnya, Pemprov telah mengajukan kuota ASN ke Kemendagri sebanyak 2.069 orang dengan prioritas guru dan ahli kesehatan. Rinciannya, 30 persen (dari total PNS baru) di bidang pendidikan dan 20 persen kesehatan.

• Baca: Jatim ‘Bergelut’ dengan Kekeringan, Sampang Terparah

“(Rekrutmen ASN) 2018 belum ada kabar. Masih difix-kan antara daerah dan pemerintah pusat. kami sudah mengirim kebutuhan, termasuk untuk kesiapan anggaran,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Anom Surahno, Jumat (17/8).

“Kalau sampai nanti Oktober itu (sudah) diputuskan dan bisa (dilaksanakan), kami siap anggaran. Kalau belum diputuskan, ya kami belum bisa.”

Penyesuaian terhadap kebutuhan ASN, lanjut mantan kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah itu, terus dilakukan oleh Kementerian PAN RB bersama BKN.

• Baca: Jurus Pemprov Jatim Tangani Kemiskinan: Fokus 4 Kluster

Terakhir hasil pertemuan dengan kementerian, masing-masing daerah masih terjadi bongkar pasang formasi, termasuk ada pengurangan jumlah kuota. “Jadi masih disesuaikan. Kan tidak ngurusi Jatim saja, tapi nasional,” jelasnya.

Disebutkan Anom, penyesuaian formasi dilakukan guna melihat kemampuan keuangan nasional serta pembiayaan yang dilakukan oleh daerah. Kedua hal tersebut hingga kini masih menjadi pertimbangan dalam penentuan formasi dan kuota.

• Baca: 10 Tahun, Pakde-Gus Ipul Gagal Entas Kemiskinan Perdesaan

Tetapi untuk provinsi dan kabupaten/kota di Jatim sudah selesai penyesuaian tersebut. Dia pun berharap, pelaksanaan rekrutmen ASN bisa segera dilakukan. Setidaknya pada akhir Agustus pengumuman formasi dan sudah diterimanya. Sehingga, September ujian dapat dilaksanakan.

Meski demikian, Anom optimistis seleksi ASN tetap terlaksana tahun ini, kendati ada pergantian Menpan RB dari Asman Abnur ke Syafrudin.