Refleksi 2018: Marak Hoax dan RI Kuasai 51,2% Saham Freeport

Khofifah, hoax jadi salah satu refleksi menonjol di 2018. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan
Khofifah, hoax jadi salah satu refleksi menonjol di 2018. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sehari lagi 2018 berlalu. Esok, sambutlah Tahun Baru 2019! Bagi Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, salah satu refleksi menonjol yakni marak hoax alias kabar bohong.

“Kalau kita mau bilang, refleksi akhir tahun jangan-jangan refleksi kita adalah maraknya hoax. Iya kan? Salah satu lho ya,” katanya usai acara Maulidur Rasul dan Doa untuk Bangsa yang digelar PW Muslimat NU Jatim, Minggu (30/12).

Terlebih, kata Khofifah, media sosial begitu luar biasa memberikan asupan informasi kepada masyarakat yang tak sempat disaring tapi langsung disharing. Jika situasi ini dibiarkan bisa memicu distorsi sosial.

“Jangan biarkan ada upaya memecah belah bangsa dengan menebar hoax,” kata mantan Menteri Sosial itu sambil memberi penekanan suara.

Namun, lanjut Khofifah, ada refleksi lain yang membuat kita semua bergembira. Yakni keberhasilan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang membuat bangsa ini menguasai 51,2 persen saham Freeport.

Pak Jokowi juga sukses (mengambil) 100 persen Blok Mahakam dan Blok Rokan. Itu juga salah satu refleksi kita,” ucapnya, seraya menambahkan namun refleksi yang harus dijadikan koreksi bersama yakni di 2018 marak hoax.

Nah, tandas Khofifah, hal-hal positif perlu dicatat sebagai bagian yang harus dipegang teguh dan diteruskan. “Yang kurang positif, mari kita lakukan koreksi bersama. Cintai negeri ini dengan melakukan sesuatu yang produktif,” tuntasnya. •

» Baca Berita Terkait Khofifah, Muslimat NU