Rapid Test 30 Warga Lamongan: 9 Orang Positif Covid-19

GUGUS TUGAS COVID-19: Taufik Hidayat (kiri), positif hasil rapid test masih dites lanjutan. | Foto: Barometerjatim/HAMIM ANWAR
GUGUS TUGAS COVID-19: Taufik Hidayat (kiri), positif hasil rapid test masih dites lanjutan. | Foto: Barometerjatim/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Setelah didesak soal keterbukaan informasi terkait penanganan wabah Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Lamongan akhirnya mengumumkan hasil rapid test.

Hingga Rabu (1/4/2020), dari 30 warga yang di-rapid test, sembilan di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Namun kesembilan orang tersebut belum bisa dinyatakan sebagai pasien positif, karena masih menungguh hasil swab yang dikirim ke pusat.

“Positifnya itu baru di tingkat provinsi, dan itu belum sah (dinyatakan sebagai pasien positif) ketika belum keluar hasil dari pusat,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamongan, Taufik Hidayat.

“Karena begini, walaupun dari kita, dari lab provinsi itu positif, bisa juga nanti dari lab Jakarta hasilnya negatif,” sambungnya.

Catat juga, tandas Taufik, “30 swab itu yang kita kirim. Nah itu bisa juga nanti positifnya tidak sembilan, tapi dari pusat bisa lebih dari sembilan, karena kita kirim 30 swab.”

Taufik menambahkan, sembilan orang yang dinyatakan positif Covid-19 hasil rapid test tersebut saat ini berada di Lamongan. Ada yang isolasi mandiri di rumah, ada yang di rumah sakit. Semua dilakukan perawatan, pelayanan, sesuai Standar Operasional Prosedure (SOP).

Percepatan Lewat PCR

CORONA DI LAMONGAN: Peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan. | Sumber Data dan Grafis: Dinkes Lamongan
CORONA DI LAMONGAN: Peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan. | Sumber Data dan Grafis: Dinkes Lamongan

Di sisi lain, sebelumnya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, mereka yang terkonfirmasi positif melalui rapid test tidak bisa dijadikan sebagai patokan, bahwa mereka sudah pasti pasien positif Corona.

“Tetapi tetap, untuk mendapatkan presisi yang baik mereka akan di-swab untuk di-PCR (Polymerase Chain Reaction),” katanya, semberi memerintahkan Koordinator Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim, dokter Joni Wahyuhadi untuk melakukan percepatan swab kemudian PCR.

“Segara dilakukan, karena untuk mendapatkan presisi yang baik harus melalui PCR,” tandas gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Khofifah menambahkan, soal biaya kalau hasil rapid test positif kemudian saat PCR negatif, maka biaya PCR-nya ditanggung Pemprov Jatim.

“Kalau hasil rapid test positif kemudian pada saat PCR positif, maka biaya PCR-nya ditanggung pemerintah pusat,” jelasnya.

Dari update pelaksanaan serentak rapid test di Dinkes kabupaten/kota maupun rumah sakit rujukan di Jatim, per hari 1 April 2020 mencapai 2.371. Hasilnya, 49 orang dinyatakan positif.

» Baca Berita Terkait Pandemi Corona