Putri Pendiri NU: Khofifah-Emil Ibarat Tumbu Ketemu Tutup

KELUARGA NU: Cawagub Emil Dardak ziarah ke makam pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbulllah di kompleks Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Sabtu (17/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KELUARGA NU: Cawagub Emil Dardak ziarah ke makam pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbulllah di kompleks Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Sabtu (17/3). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

JOMBANG, Barometerjatim.com – Tiada hari tanpa bergerak. Di saat libur nasional pun, meski tidak melakukan kampanye, Emil Elestianto Dardak terus menyapa berbagai elemen masyarakat Jatim. Sabtu (17/3) ini, Cawagub Jatim nomor urut satu itu silaturahim ke kediaman Nyai Hj Machfudhoh di kompleks Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Alhamdulilah Mbak Khofifah bisa berpasangan dengan Mas Emil. Sama-sama pintar dan tegasnya dalam menyikapi sesuatu, sangat cocok. Saya yakin bisa membawa Jawa Timur lebih baik lagi,” kata Nyai Machfudhoh menyambut kehadiran Emil.

Bagi putri pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) tersebut, Emil adalah sosok yang enerjik, cerdas dan berwawasan tinggi. Selain itu tipe anak muda yang kreatif dan pekerja keras.

• Baca: Bergaya Rambut Klasik, Emil ‘Bedah Ekonomi’ di Raker Apindo

“Emil sosok muda yang saya yakin bisa mewakili 43 persen pemilih muda, mewakili inspirasi, pemikiran dan kinerjanya. Yang diharapkan anak-anak muda ini insyaallah,  semoga dapat terpenuhi,” paparnya.

Emil juga dipandang Nyai Machfudhoh menguasai dunia komunikasi dan teknologi informasi (IT). “Mas Emil dan Bu Kofifah, orang Jawa bilang ibarat tumbu oleh tutup yang artinya klop. Sama cerdasnya, sama cekatannya, sama energiknya, sama senang kerjanya dan itulah yang dibutuhkan masyarakat Jatim saat ini,” tandasnya.

Spirit Mbah Wahab

Dalam silaturahimnya di Tambakberas, Emil juga memanfaatkan untuk ziarah ke makam Mbah Wahab. Emil diantar dan ditemani langsung putri serta cucu Mbah Wahab. Selain Nyai Machfudoh juga Nyai Hj Munjidah Wahab serta Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, KH Hasib Wahab.

Usai berziarah, Emil menyebut sosok Mbah Wahab sebagai salah satu figur sentral dalam proses sejarah berdiri serta pergerakan NU, selain Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim).

Di mata Emil, Mbah Wahab merupakan sosok ulama sekaligus tokoh yang mampu menjembatani ide-ide tentang kebangsaan dan keumatan. “Sosok Kiai Abdul Wahab sebagi pejuang bangsa yang patut diteladani,” tegasnya.

• Baca: Navigasi Sistem Transportasi, Emil Blusukan di KA Komuter

Wakll Ketua Umum Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia)  itu berharap, warisan keteladanan dan spirit kejuangan serta patriotisme Mbah Wahab tidak hanya terwariskan kepada keturunannya saja, tapi seluruh warga bangsa.

“Terutama melalui Ponpes Tambak Beras Jombang, salah satu pesantren tua dan besar yang amat saya hormati dan kagumi,” tandasnya.