Purnawirawan TNI-Polri Kawal Suara Khofifah-Emil di TPS

KAWAL SUARA KHOFIFAH-EMIL: Purnawirawan TNI-Polri siap mengawal suara Khofifah-Emil di TPS saat pencoblosan Pilgub Jatim 2018, 27 Juni. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
KAWAL SUARA KHOFIFAH-EMIL: Purnawirawan TNI-Polri siap mengawal suara Khofifah-Emil di TPS saat pencoblosan Pilgub Jatim 2018, 27 Juni. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dalam hajatan Pilkada — termasuk Pilgub Jatim 2018 — mendapat suara terbanyak saja saat pemungutan suara, belum cukup menjadi garansi pasangan calon untuk memenangi kontestasi.

Perlu ada yang menjaga, mengawal dan mengamankan suara tersebut, mulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga rekapitulasi penghitungan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, agar suara yang didapat tidak raib.

Nah, Cagub Khofifah Indar Parawansa sadar betul dengan kondisi tersebut, karena dalam dua kali Pilgub Jatim — terutama di Pilgub Jatim 2008 — suaranya ‘dicuri’ habis-habisan. Khofifah yang kala itu berpasangan dengan Mudjiono (akronim Kaji) dicurangi di TPS hingga ‘dikalahkan’ saat rekapitulasi di KPU Jatim.

“Saya berpikir, elemen mana yang berkenan mengamankan suara, rupanya dijawab Allah dengan menurunkan bala tentara dari Jatim.”

Padahal terjadi pelanggaran begitu terstruktur, sistematis dan masif. Hal itu dibuktikan lewat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan KPU Jatim untuk menggelar penghitungan ulang di Kabupaten Pemekasan, serta coblosan ulang di Kabupaten Sampang dan Bangkalan.

Karena itu, Khofifah bersyukur mendapat dukungan dari purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam Ikatan Purnawirawan Bersatu Jatim. Diharapkan mereka dapat mengawal dan mengamankan suara untuk meminimalisir kecurangan saat pencoblosan 27 Juni nanti.

“Seberapa banyak masyarakat yang memberi suara, mengawal dan mengamankan itu penting,” kata Khofifah saat menerima sekitar perwakilan purnawirawan di Rumah Aspirasi, Jalan Diponegoro, Surabaya, Jumat (13/4).

“Saya berpikir, elemen mana yang berkenan mengamankan suara, rupanya dijawab Allah dengan menurunkan bala tentara dari Jatim,” tambahnya yang disambut aplaus perwakilan purnawirawan.

• Baca: Perkuat Karakter Aswaja di Jatim, Banser Dukung Khofifah

Khofifah lantas bercerita saat blusukan di pabrik kayu Sumber Mas Indah Plywood, Gresik. Dia mengaku dibisiki para pegawai dan direksi perusahaan tersebut untuk mengawal suara di hari H pencoblosan.

Hal yang dikhawatirkan Khofifah yakni ada suara warga yang sudah mencoblos tapi hilang saat penghitungan. Karena itu, dia akan menjalin komunikasi intensif dengan para purnawirawan untuk mencegah hal tersebut.

“Tadi saya dibisiki, jaga suaranya nanti. Mereka menyayangi suara. Takut tidak sampai itungan. Mohon kami diberi komunikasi yang lebih intensif,” ucapnya.

Empat Ribu Purnawirawan

DUKUNG KHOFIFAH-EMIL: Purnawirawan TNI-Polri se-Jatim dukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DUKUNG KHOFIFAH-EMIL: Purnawirawan TNI-Polri se-Jatim dukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan purnawirawan TNI-Polri se-Jawa Timur menyatakan dukungan terhadap pasangan Khofifah-Emil Dardak. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Khofifah, yang didampingi M Roziqi (ketua tim pemenangan) serta Dwi Astuti (salah seorang jubir).

Ketua Ikatan Purnawirawan Bersatu, Letnan Kolonel (Purn) TNI Rusmin mengatakan, dukungan ini murni tanpa tendensi apapun. Dengan segala pengorbanan dan perjuangannya, mereka siap memenangkan dan mengamankan suara Khofifah-Emil.

“Dalam melaksanakan fungsi inteljen, kami melakukan gerakan senyap untuk mengantarkan Khofifah menuju Jatim 1. Yaitu penyelidikan pengamanan dan penggalangan, terutama penggalangan seutuhnya Jatim untuk memilih Ibu Khofifah,” ujarnya.

• Baca: Ngeri! Cagub Khofifah Diancam “Dibunuh” Lewat Medsos

Selain berisi purnawirawan se-Jatim, menurut Rosmin, Ikatan Purnawirawaran Bersatu juga berisi Ikatan Putra Pejuang, Persatuan Istri Purnawirawan, Ikatan Putra-Putri TNI, Ikatan Putra-Putri Polri, Anak-Anak Muda serta beragam organisasi lainnya.

“Kami melakukan pengamanan suara secara tertutup. Tetapi di setiap Ibu Khofifah datang ke daerah di situ juga ada anggota purnawirawan bersatu, bersama anak-anak muda, anaknya tentara dan para pejuang lainnya kita gerakkan,” katanya.

“Jumlah purnawiran yang tergabung dan sudah terdata untuk kemenangan jumlahnya empat ribu. Dan inilah sasaran kami nanti untuk menggali suara-suara nomor satu. Mulai dari keluarga hingga sampai ke akar rumput,” tambah Rosmin.