Proyek Macet, Azwar Anas Minta Dukungan ke Senayan

MINTA DUKUNGAN: Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas (tiga dari kanan) dalam RDP dengan Pansus RUU Pariwisata dan Komisi X DPR RI, Selasa (11/4). | Foto: Barometerjatim.com/ SYAIFUL K ADNAN

JAKARTA, Barometerjatim.com – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas minta dukungan DPR RI agar pemerintah pusat mau memberi izin pemanfaatkan Kawasan Nasional Gunung Ijen untuk proyek cable car (kereta gantung).

Anas mengungkapkan sudah ada investor dari Swiss namun masih terkendala izin yang macet dari Kementerian Kehutana. Cable car disebutnya akan membantu target pemerintah pusat mendatangkan 15 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Saya tidak minta uang, hanya minta diizinkan saja. Lagi pula pemerintah daerah sudah membantu membangun jalan ke kawasan wisata itu. Tapi izin kami masih macet tanpa alasan jelas,” kata Anas saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/4).

Pemanfaatan lahan untuk kepentingan wisata sebuah kawasan taman nasional, kata mantan anggota DPR dari Fraksi PKB itu, termasuk Taman Nasional Gunung Ijen memiliki syarat-syarat tertentu sesuai dengan ketentuan perundangan.

Namun, menurutnya, pemanfaatan ini bukan untuk kepentingan pribadi tetapi masyarakat Banyuwangi yang dipimpinnya bahkan untuk kepentingan nasional.

• Baca: Hasto Janji Perjuangkan SK PPP Kubu Djan Faridz

“Kalau cable car ini bisa dibangun maka ini mungkin cable car pertama di Indonesia yang ada di gunung, bukan di dalam kota dan target (kunjungan wisatawan dari Kementerian Pariwisata) 15 juta wisatawan akan bisa dipenuhi,” yakinnya.

Dia menjelaskan, titik pangkal keberatan pemerintah pusat saat ini adalah tatakan lahan (lahan yang digunakan sebagai pilar tali gantung kereta gantung).

“Lahannya kan kondisinya belok-belok begini. Yang diizinkan nggak mungkin cable car dibelok-belokkan begini. Makanya harus lurus. Nah untuk tatakan lahan ini sudah nunggu waktu tiga tahun,” ungkapnya.

Dua Menteri KLH
Anas mengaku sudah membahas masalah ini dengan dua menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH). Dua pertemuan awal dilakukan dengan mantan Menteri KLH, Zulkifli Hasan. Lalu dua pertemuan berikutnya dengan Menteri KLH saat ini Siti Nurbaya.

Bahkan dengan eselon satu di kementerian tersebut namun hingga tiga tahun lamanya belum juga diterbitkan izinnya. “Padahal kalau cable car ini dibangun maka akan menjadi mesin penyedot wisatawan baru,” imbuhnya.

Karena itu, Anas menegaskan Pemkab Banyuwangi sangat berharap dukungan dari Senayan. “Pak ketua saya mohon dibantu, ini ada orang akan bangun cable car, yang bangun dari Swiss. Sudah tiga tahun nunggu izin, tapi nggak keluar-keluar karena urusan tatakan lahan,” tegasnya.