Presidium Jatim Bantah Gusdurian Berpolitik Praktis

TAK BERPOLITIK PRAKTIS: A’ak Abdullah Al-Kudus, Seknas Gusdurian teguh pada garis non politik praktis dan tidak pernah menyatakan dukungan kepada calon tertentu di setiap Pilkada. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Presidium Jaringan Gusdurian Jawa Timur menegaskan Gusdurian tidak pernah berpolitik praktis. Hal ini sekaligus bantahan atas ‘manuver’ Ketua Gusdurian Madura, Ra Fudoli yang mendorong dan mendukung salah satu kandidat untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

“Kami tegaskan bahwa Seknas Gusdurian teguh pada garis non politik praktis dan tidak pernah menyatakan dukungan kepada calon tertentu di setiap Pilkada,” kata A’ak Abdullah Al-Kudus, salah seorang Presidium Jaringan Gusdurian Jawa Timur dalam rilisnya yang diterima Barometerjatim.com, Rabu (21/6). Dua anggota presidium lainnya yakni Kristanto Budiprabowo dan Muhammad Iqbal.

Pria yang akrab disapa Gus A’ak itu juga menolak klaim sepihak yang diduga untuk menarik simpati salah satu kandidat maupun publik. “Jaringan Gusdurian adalah arena sinergi bagi para Gusdurian (murid, penerus, pengagum pemikiran dan perjuangan Gus Dur) di ranah kultural dan non politik praktis,” tandasnya.

• Baca: Lewat Lukisan, Cara Gusdurian Madura Dukung Khofifah

Dia juga menegaskan Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid tidak pernah dan tidak akan pernah menyatakan dukungan politik ke tokoh tertentu, karena hal itu sudah keluar dari tujuan besar Jaringan Gusdurian Indonesia.

Jika ada pihak yang mengatasnamakan Gusdurian mendukung tokoh atau calon tertentu di Pilkada, katanya, bisa dipastikan mereka bukan bagian dari Jaringan Gusdurian Indonesia.

“Dengan demikian, mereka tidak berhak mengatasnamakan Jaringan Gusdurian, Seknas Gusdurian, maupun Alissa Wahid selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian,” katanya.

Namun Gus A’ak menyadari, menjelang Pilkada akan selalu hadir ‘Gusdurian musiman’ yaitu Gusdurian yang hanya muncul untuk kepentingan kekuasaan dengan mendukung calon tertentu. Mereka ini dinilai bukanlah orang-orang yang secara konsisten merawat warisan perjuangan Gus Dur dalam pendampingan rakyat.

“Para Gusdurian musiman ini bertujuan khusus yaitu mengkapitalisasi Gus Dur untuk kepentingan Pilkada sesaat,” katanya.