Positif Covid-19! 4 Pekerja Migran Jatim Ditangani di RSLKI

DITANGANI DI RSLKI: Salah seorang pekerja migran asal Jatim positif Covid-19 yang ditangani di RSLKI. | Foto: IST
DITANGANI DI RSLKI: Salah seorang pekerja migran asal Jatim positif Covid-19 yang ditangani di RSLKI. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com –Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim yang balik kampung lantaran kontrak kerjanya habis kedapatan positif Covid-19. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLKI) Surabaya untuk segera ditangani.

Penanggung Jawab RSLKI, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara menuturkan, hingga Senin (3/5/2021) pihaknya telah merawat empat PMI yang kedapatan positif Covid-19.

“Mereka yang terkonfirmasi positif langsung dikirim ke RSLKI untuk segera ditangani,” katanya.

Nalendra merinci, dari empat PMI positif tersebut, satu orang laki-laki terkonfirmasi positif Jumat (1/5/2021) dan dikirim ke RSLKI pukul 13.30 WIB.

Lalu tiga orang PMI terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan, terkonfirmasi positif pada Sabtu (2/5/2021) dan dikirim ke RSLI pukul 24.00 WIB.

“Hingga pagi ini pukul 09.15 WIB, total sudah masuk empat orang dari gelombang PMI yang masuk ke RSLKI. Mereka ditempatkan diruangan khusus, untuk laki-laki ditempatkan di ruang Neptunus dan pasien perempuan di ruang Saturnus,” paparnya.

Pemisahan ini, lanjut Nalendra, dimaksudkan untuk monitoring ketat kondisi mereka karena berasal dari luar negeri, terkait dinamika virus yang ada pada tubuhnya.

Selain itu, untuk mencegah agar supaya tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, serta menghindari kemungkinan merebak atau menularnya virus dari luar tersebut ke tempat umum di Indonesia.

“Juga perlu saya tekankan, bahwa menghadapi Covid-19 ini kuncinya tetap pada ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan, dan masyarakat jangan abai dalam setiap aktivitas yang berpotensi dalam penularan,” tandas Nalendra.

Seperti diberitakan, terdapat 14 ribu PMI asal Jatim yang pulang kampung secara bertahap karena kontrak kerjanya habis.

Semua PMI tersebut berasal dari Malaysia yang pada saat berangkat dari Malaysia dilakukan swab dengan hasil negatif Covid-19.

Namun setelah kedatangan di Surabaya dan ditampung di Asrama Haji serta dilakukan tes swab PCR ternyata didapatkan ada yang positif. Mereka yang terkonfirmasi positif langsung dikirim ke RSLKI untuk segera ditangani.

Gubernur Sebut 22 Positif

TANGANI PMI POSITIF: Rakor dan pemantapan di RSLKI terakit penanganan pekerja migran yang positif Covid-19. | Foto: IST
TANGANI PMI POSITIF: Rakor dan pemantapan di RSLKI terakit penanganan pekerja migran yang positif Covid-19. | Foto: IST

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut dari 2.000 PMI yang lebih dulu balik kampung terdapat 22 yang positif Covid-19.

“Seminggu lalu ya, dari 2.000 yang datang ada 22 yang positif,” ungkap Khofifah usai penyerahan apresiasi kepada hafidz dan hafidzoh di Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (1/5/2021).

PMI yang tiba di Surabaya, terang Khofifah, langsung dibawa ke Asrama Haji Surabaya untuk dikarantina dan dilakukan swab PCR.

“Kalau ada yang positif, maka dikirim di Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura. Pokoknya semua dibawa ke Rumah Sakit Haji, lalu di-swab PCR,” kata Khofifah.

“Kalau mereka negatif, tunggu lima hari, kemudian mereka diantarkan ke pendopo masing-masing kabupaten/kota dari mana mereka berasal,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona