Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Poros PKB-PDIP Bukan Penentu di Pilgub Jatim 2018

Berita Terkait

BUKAN PENENTU: Mufti Mubarok, poros PDIP-PKB bukan penentu kemenangan di Pilgub Jatim 2018. Justru poros tengah yang dinilai lebih berbahaya. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – 10 September 2017, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri akan turun ke Jatim untuk konsolidasi partai, termasuk menentukan langkah dan dukungan siapa bakal Cagub yang akan diusung di Pilgub Jatim 2018.

Namun bagi Direktur Lembaga Survei Regional (LSR), Dr M Mufti Mubarok MSi siapapun yang diusung PDIP bukanlah hal signifikan. Sebab, hampir di semua Pilkada Gubernur lalu PDIP sebagai partai penguasa gagal memenangkan calon yang diusungnya.

“Lihat DKI Jakarta serta provinsi besar lainnya,” kata Mufti, Minggu (3/9). “Untuk Jatim dari dua kali Pilgub, hasilnya (calon yang diusung PDIP) peringkat tiga.”

• Baca: Direktur LSR: Warga NU ‘Pecah’, La Nyalla yang Diuntungkan

Rapor hampir sama, kata Mufti, diraih PKB. “PKB dua kali ikut Pilgub di Jatim hasilnya peringkat dua,” tandasnya. Karena itu, andai PKB-PDIP berkoalisi dan membentuk poros bukanlah penentu di Pilgub Jatim 2018.

“Kenapa PDIP dan PKB kurang menarik? Jawabanya tentu kedua partai ini kurang total untuk Pilgub. Orientasinya hanya legislatif (Pileg),” tambah Mufti.

Padahal, lanjutnya, Pileg sangat beda dengan Pilgub. Jika Pileg hanya butuh proaktif, maka Pilgub membutuhkan interaktif. Dengan kata lain, dalam konteks Pilkada, kekuatan figur jauh lebih signifikan ketimbang Parpol.

• Baca: Konsolidasi Pilgub, 10 September Megawati Turun ke Jatim

“Dua kali head to head antara Bu Khofifah dengan Pakde Karwo sejatinya berimbang kalau (Khofifah) tidak dicurangi,” jelasnya.

Jika poros PDIPPKB bukan penentu kemenangan, lalu poros apa yang berpeluang? “Poros tengah. Partai-partai tengah yang lincah memainkan manuver-manuver atraktif,” katanya.

Gerinda, Golkar, PKS, PAN maupun PPP adalah partai yang akan menjadi penentu. Pengalaman mengusung calon baru di beberapa provinsi mereka menang. Lihat DKI, Banten dan lainnya,” ucapnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -