Pinta Khofifah ke Kepala OPD yang Baru: Siapkan Super Team!

MENANTI SUPER TEAM: Usai dilantik, 17 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama diminta siapkan super team. | Foto: Barometerjatim.com/IST
MENANTI SUPER TEAM: Usai dilantik, 17 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama diminta siapkan super team. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Usai dilantik, tugas dan tanggung jawab 17 pejabat pimpinan tinggi pratama — 16 hasil open bidding — di lingkup Pemprov Jatim tidaklah ringan.

Sebab, mereka — kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga wakil direktur rumah sakit — yang sebelumnya pejabat eselon III, kini harus ‘berganti baju’ menjadi policy maker atau pembuat kebijakan setelah naik pangkat menjadi eselon II.

“Posisi sekarang adalah posisi sebagai policy maker. Tanggung jawabnya juga berbeda ketika di eselon III dan ketika di eselon II,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat melantik mereka di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/9/2021).

Agar maksimal dalam menjalankan peran barunya, lanjut Khofifah, para kepala OPD hasil open bidding akan digembleng terlebih dahulu sebelum menerima Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) soal wawasan dan leadership serta diminta menyiapkan tim super.

“Maka apa yang menjadi tambahan wawasan dan pengetahuan sebagai seorang komandan di masing-masing OPD, di masing-masing tim, saya ingin saudara bisa menyiapkan super team,” pinta Khofifah.

Tentu, tandas mantan menteri sosial tersebut, kepala dinas membutuhkan kepala biro, sekretaris dan seterusnya. “Jadikan mereka super team di lingkungan tugas dan fungsi saudara-saudara sesuai tupoksinya,” katanya.

Terkait open bidding, semula Pemprov Jatim membuka seleksi untuk 18 posisi jabatan pimpinan tinggi pratama. Namun dua posisi jabatan diundur pelelangannya karena minim peminat, yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra serta Asisten II Ekonomi Pembangunan.

Dari data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, sejak proses seleksi dibuka awal Agustus, hanya satu orang yang melamar hingga diputuskan ditunda.

Penundaan dilakukan, terang Kepala BKD Jatim, Indah Wahyuni, karena sesuai aturan minimal harus ada tiga pelamar yang lolos seleksi dan uji kompetensi untuk satu jabatan yang dilelang. Selanjutnya nama ketiga pelamar diserahkan kepada gubernur untuk dipilih.

  1. Erwin Astha Triyono – Kepala Dinas Kesehatan
  2. Indyah Aryani – Kepala Dinas Peternakan
  3. Muhammad Isa Anshori – Kepala Dinas PU Sumber Daya Air
  4. Eddy Tambeng Widjaja – Kepala PU Bina Marga
  5. Heru Wahono Santoso – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
  6. Imam Hidayat – Kepala Bakorwil Jember
  7. Eddy Supriyanto – Kepala Bakorwil Madiun
  8. Budi Sarwoto – Kepala Bakorwil Malang
  9. Sigit Panoentoen – Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jatim
  10. Moh Ali Kuncoro – Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Jatim
  11. Ramliyanto – Kepala Biro Organisasi Setdaprov Jatim
  12. Endy Alim Abdi Nusa – Kepala Biro Pengadaan/Jasa Setdaprov Jatim
  13. Iwan – Kepala Biro Perekonomian Sekdaprov Jatim
  14. Widodo Budi Prasetyo – Wakil Direktur Pelayanan Penunjang RSUD Dr Saiful Anwar
  15. Abdul Rohim – Wakil Direktur Penunjang Pendidikan dan Penelitian RSUD Dr Soedono Madiun
  16. Muhammad Rizal – Direktur RSUD Karsa Husada Batu
  17. Budi Santoso – Kepala Pelaksana BPBD

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim