Pilwali Surabaya, Gus Hans-Bayu Potensial Kalahkan Whisnu!

KANDIDAT PENANTANG: Whisnu Sakti Buana (foto kiri) dan kandidat penantang Gus Hans-Bayu Airlangga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KANDIDAT PENANTANG: Whisnu (foto kiri) dan kandidat penantang Gus Hans-Bayu Airlangga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) dan Bayu Airlangga muncul sebagai alternatif duet di Pilwali Surabaya 2020. Pasangan ini bisa dibaca perpaduan milenial religius-nasionalis, bisa pula representasi Khofifah-Pakde Karwo.

Andai terwujud, Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menilai duet ini berpotensi menjadi penantang serius pasangan calon yang akan diusung PDIP — Parpol ‘penguasa’ dengan 15 kursi di DPRD Surabaya.

“Tapi masih harus dilihat dari pasangan PDIP dulu, karena komponen figur persentasenya paling tinggi. Sejauh ini PDIP jelas serius untuk mempertahankan Surabaya sebagai basis kemenangan Pilkada Jatim,” paparnya pada Barometerjatim.com, Senin (1/7/2019).

Jika yang ditarungkan PDIP adalah incumbent Whisnu Sakti Buana, Surochim memandang Gus Hans yang berafiliasi politik di Partai Golkar dan Bayu di Partai Demokrat bisa kompetitif.

“Karena yang bisa mengalahkan Mas Whisnu, yang secara tradisional kuat, hanya calon-calon muda progresif yang bisa mengambil ceruk pemilih rasional,” jelasnya.

Karena itu, Surochim memprediksi, PDIP tidak akan menduetkan sesama kader internal di Pilwali Surabaya. “Prediksi saya kader asli genuine organik dan profesional. Wali kota kader asli, Wawali (dari kalangan) profesional,” ucapnya.

Bikin Pilwali Semarak

Di sisi lain, peneliti senior Surabya Survei Center (SSC) itu juga berharap Pilwali Surabaya yang kurang setahun lagi tidak adem ayem. Harus dibuat semarak dan bergairah. Jangan sampai jumlah calon yang maju minimalis.

“Karena itu, siapapun yang punya inisiatif maju harus dihargai dan diberikan respek, agar politik kian dinamis dan kompetitif,” ujarnya.

Apalagi kalau calon yang maju banyak dari generasi milenial, maka bisa menjadi angin segar. Dengan demikian, masyarakat bisa segera melihat kapasitas kandidat serta daya terima publik.

“Jika tidak ingin proses itu terlalu tertutup oleh Parpol, maka calon-calon harus segera ditantang untuk bisa mengkomunikasikan Surabaya masa depan kepada publik dengan berbagai aktivasi program progresif untuk warga kota,” paparnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya