Pilih Fokus Tangani Covid-19, Caketum IKA Unair Ini Mundur!

MUNDUR: Pilih konsentrasi tangani Covid-19, Hendy Hendarto mundur dari pencalonan ketum IKA Unair. | Foto: IST
MUNDUR: Pilih konsentrasi tangani Covid-19, Hendy Hendarto mundur dari pencalonan ketum IKA Unair. | Foto: UNAIR/FB IKA

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah isu intervensi dan upaya penggiringan aklamasi, satu calon Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA/Unair) Surabaya periode 2021-2025 menyatakan mundur.

Dialah Prof Dr Hendy Hendarto SpOg(K), alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Unair 1980, ditetapkan sebagai calon atas usulan dua wilayah, Jateng dan Jatim. Saat ini Hendy adalah Koordinator Program Studi (KPS) Ilmu Kedokteran Jenjang Doktor Fakultas Kedokteran Unair serta Ketua IKA UA wilayah Jatim.

Soal pengunduran diri tersebut, dalam surat pernyataannya, Hendy menyertakan pertimbangan kepedulian dan kesibukannya terkait situasi pandemi Covid-19 saat ini yang memprihatinkan.

“Dan perjuangan teman-tema sejawat dokter dan tenaga medis lain yang perlu mendapat perhatian, serta beberapa pertimbangan yang menyertai kondisi terkini,” ujar Hendy dalam surat bermaterei tertanggal 1 Juni 2021.

Tak hanya Hendy. Langkah mundur juga diambil Agoes Widiastono, salah satu unsur pimpinan sidang Kongres X IKA UA yang rencananya digelar Sabtu (3/7/2021). Lulusan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unair 1985 itu juga menyatakan mundur sebagai Sekretaris II dan Ketua Pokja LPJ PP IKA UA periode 2017-2021.

Agoes mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban setelah berkirim surat ke Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawamsa yang memintanya mundur dari proses pencalonan.

“Menunjuk pada situasi menjelang kongres X IKA UA yang kurang kondusif, dan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas surat terbuka yang disampaikan kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, maka dengan ini saya mengajukan permohonan undur diri,” katanya, Jumat (2/6/2021).

Dalam suratnya, ada pertimbangan umum dan khusus mengapa Agoes meminta Khofifah mundur. Pertimbangan umum, pertama, sebagai gubernur, Khofifah merupakan ibu dari seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai latar pendidikan.

“Kedua, Jatim adalah salah satu provinsi dengan dinamika yang sangat tinggi dan berbagai macam hal yang perlu perhatian khusus dan penanganan lebih,” katanya.

Minta Tidak Voting

Sementara pertimbangan khusus, pertama, Unair maupun IKA UA tentunya akan turut serta melakukan penilaian terhadap kinerja Khofifah.

Jika prestasi Khofifah bagus, maka penilaian yang akan diberikan Unair maupun IKA Unair menjadi kurang “gereget” karena posisi Khofifah sebagai Ketum PP IKA UA.

“Sebaliknya, jika ada kebijakan gubernur yang kurang mengena pada masyarakat, maka Unair maupun IKA UA akan menjadi ewuh pakewuh menyampaikan kritik yang membangun,” katanya.

Kedua, jika prestasi Khofifah sangat bagus maka dimungkinkan IKA UA merekomendasikan Unair untuk memberikan gelar doktor honoris causa (HC) kepada Khofifah.

“Nilai rekomendasi tersebut akan menjadi sangat lemah di mata masyarakat umum, jika kedudukan Ibu Khofifah juga merangkap sebagai ketua umum IKA UA,” tandasnya.

Ketiga, papar Agoes, “Kami melakukan penilaian secara objektif, bahwa beberapa pihak yang ‘getol’ mengusulkan dan mengusung Ibu Khofifah sebagai calon ketua umum adalah orang-orang yang salama ini belum pernah memberikan kontribusi positif kepada Unair maupun IKA dan cenderung oportunis.”

Agoes juga yakin, pengunduran diri Khofifah dari proses pencalonan akan diterima masyarakat dengan baik dan juga memberikan kesan bahwa Khofifah seorang yang terhormat dan jauh dari kesan rakus jabatan.

“Oh ndak (menurunkan pemor Khofifah). Terus terang, memang ada isu orang-orang Bu Khofifah mintanya tidak dilakukan voting tapi musyawarah mufakat, dan saya menegarai itu sudah terjadi,” ucapnya.

“Maka lebih terhormat, sebelum pemilihan besok, mundurlah! Kebetulan saya diangkat sebagai salah satu pimpinan sidang, dan saya mengambil konsekuensi tidak main-main. Saya mundur dan besok tidak akan datang,” tandas Agoes.

PILIH FOKUS COVID-19: Surat pernyataan pengunduran diri Hendy Hendarto dari pencalonan ketum IKA Unair. | Foto: IST
PILIH FOKUS COVID-19: Surat pernyataan pengunduran diri Hendy Hendarto dari pencalonan ketum IKA Unair. | Foto: IST

» Baca Berita Terkait IKA Unair