Pesona Pedesaan Bertabur Ratusan Juta Rupiah per Bulan

OBJEK WISATA BARU: Desa Wisata Pujon Kidul, suguhkan pesona alam pedesaan dan pendapatan ratusan juta per bulan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Inilah Malang. Destinasi wisata dengan sejuta pesona. Di saat Kota Malang tengah mempopulerkan Desa Warna Warni dan Desa 3D yang sangat fotogenik di bantaran Sungai Brantas, Desa Jodipan, kini giliran Kabupaten Malang menyuguhkan Desa Wisata Pujon Kidul dengan pesona alam nan indah.

DESA WISATA ini terletak di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon. Lokasinya 29 Km dari pusat kota atau memakan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam. Di tempat ini pengunjung bisa menyaksikan hamparan persawahan hijau, ditambah landscape pegunungan kian menambah elok. Ada juga gazebo untuk pengunjung yang ingin beristirahat atau foto-foto.

Tak sekadar menyuguhkan keindahan, Desa Wisata Pujon Kidul juga mendatangkan pendapatan ratusan juta per bulan. “Desa Wisata ini paling tidak satu minggu dikunjungi lebih dari 3.000 orang/hari,” kata Bupati Malang, Rendra Kresna di hadapan Mensos Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi tempat ini sekaligus menghadiri MoU kerjasama agen 46 antara BNI dan BUMdes.

Dari transaksi dalam bentuk beli kopi, makanan kecil dan sebagainya, tambah Rendra, bisa menghasilkan Rp 200 juta/bulan. “Kalau ambil untung 20 persen, itu sedah jelas desa ini mendapat tambahan pendapatan Rp 20 juta/bulan. Ini karena kepala desanya memang ulet,” paparnya.

Wahana Edukasi
Sementara itu Mensos mengapresiasi kehadiran Desa Wisata Pujon Kidul. Dia meminta infrastruktur semakin disiapkan dan promosi diperluas agar semakin banyak mendatangkan wisatawan. “Kalau wisatawannya makin banyak, rezeki masyarakatnya juga makin banyak,” katanya.

Khofifah juga memberi masukan agar di desa wisata ini ditambahi semacam wahana untuk edukasi. Selanjutnya anak-anak harus sering diajak untuk mencintai sayur dan buah-buahan agar gizi dan derajat kesehatannya semakin baik.

Selain itu, produksi susu di Desa Pujon Kidul yang melimpah tak harus semuanya masuk ke pabrik-pabrik. “Anak-anak kita tetap bisa mengakses susu segar di sini. Selain akan menambah kesejahteraan juga anak-anak semakin sehat,” katanya.