Pengaturan Skor! Vigit Blak-blakan Ngaku Nyuap Rp 25 Juta

Vigit Waluyo ngaku nyuap Rp 25 juta dalam kasus pengaturan skor. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang
Vigit Waluyo (tengah) ngaku nyuap Rp 25 juta dalam kasus pengaturan skor. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

SURABAYA, Barometerjatim.com – Vigit Waluyo blak-blakan. Diperiksa Polda Jatim sebagai tersangka dalam kasus match fixing (pengaturan sekor), mantan pengelola PS Mojokerto Putra itu mengaku menyuap anggota Komite Wasit, Nasrul Koto senilai Rp 25 juta.

Uang tersebut untuk jaminan agar timnya tidak ‘dikerjai’ wasit. “Kami awalnya bertemu dengan Mbah Putih (anggota Komite Disiplin Dwi Irianto),” terang Vigit usai diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (24/1).

Dari pertemuan itu, Vigit disarankan Mbah Puti untuk menemui Nasrul Koto. “Setelah itu saya bertemu beliau (Nasrul Koto), dan menanyakan tentang kenapa tim kami (PS Mojokerto Putra) seperti ini (dikerjai)?” lanjutnya.

Namun setelah memberi uang jaminan ‘tidak dikerjai’, klaim Vigit, pertandingan PS Mojokerto Putra pun berjalan lancar. “Setelah itu pertandingan kami aman-aman saja. Maksudnya sudah tidak lagi diganggu dari perwasitan,” sambung pria asal Sidoarjo tersebut.

Meski mengaku menyuap Komite Wasit, Vigit menolak dituding terlibat kasus pengaturan skor sepak bola. “Uang Rp 25 juta itu hanya untuk memberikan kontribusi dari tekanan yang diberikan oleh beberapa pihak di PSSI,” katanya.

“Jadi kami berikan uang itu untuk menjamin agar kami tidak dikerjai. Kami tidak pernah melakukan pengaturan skor sama sekali,” tandasnya.•

» Baca Berita Terkait Korupsi, Polda Jatim