Pengamat: Tak Perlu Menggebu-gebu, Cool saja Bu Risma!

TAK PERLU MENGGEBU-GEBU: Airlangga Pribadi, cara kampanye Tri Rismaharini yang menyerang Khofifah-Emil malah tak menguntungkan Gus Ipul-Puti. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
TAK PERLU MENGGEBU-GEBU: Airlangga Pribadi, cara kampanye Tri Rismaharini yang menyerang Khofifah-Emil malah tak menguntungkan Gus Ipul-Puti. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com –  Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman memberikan saran agar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) tetap cool dalam berkampanye.

Dia mencontohkan Gubernur Jatim, Soekarwo. Meskipun menyandang ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Pakde Karwo — sapaan Soekarwo — tidak sekalipun ‘menyerang’ lawan politiknya di Pilgub Jatim 2018.

Pakde Karwo disebut Airlangga cenderung santai dan soft. Tapi gerakan untuk memenangkan calon yang didukung partainya lebih terukur dan tepat sasaran.

• Baca: Power ‘Tak Terkontrol’ Risma Bumerang bagi Gus Ipul-Puti

“Saran saya untuk Bu Risma tetap cool saja dalam berkampanye. Kampanye lebih santai tentu lebih bagus hasilnya. Coba bandingkan dengan Pakde Karwo, yang mendukung Khofifah tapi soft dalam kampanye. Tidak menggebu-gebu,” kata Airlangga, Sabtu (23/6).

Sebelumnya, peraih gelar PhD dari The Asian Studies Centre, Murdoch University sekaligus Direktur Centre of Statecraft and Citizenship Studies Universitas Airlangga (Unair) tersebut mengkritik cara kampanye Risma yang cenderung menyerang paslon lawan.

Bahkan Risma yang didukung penuh Khofifah di Pilwali Surabaya 2015, secara ‘menggebu-gebu’ malah menyerang Khofifah dengan kata “keminter” alias sok pintar.

• Baca: Dulu Minta Dukungan, Kini Risma ‘Lukai’ Khofifah dan Muslimat NU

Menurut Airlangga, pernyataan menggebu-gebu Risma belum tentu bermanfaat bagi Gus Ipul-Puti. Sebaliknya, malah menjadi kontraproduktif karena seakan-akan Risma berhadapan langsung dengan Khofifah. Padahal Risma bukanlah Cagub yang sedang berlaga.

“Kita harus ingat yang bertarung di Pilgub Jatim ini Gus Ipul melawan Khofifah, bukan Risma versus Khofifah,” tegas Anggga — sapaan akrab Airlangga.

Sebab, siapapun yang terpilih nanti, Risma tetap menjadi wali kota Surabaya. “Artinya yang kita ingin saksikan adalah bagaimana antara Khofifah dan Gus Ipul saling beradu argumen dan program, bukan antara Khofifah dan Risma,” tandasnya.