Pengamat: Khofifah-Emil Aliansi Kekuatan Jokowi-SBY

KEKUATAN JOKOWI-SBY: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Emil Dardak usai Apel Siaga Kader Partai Demokrat se-Jatim di Asrama Haji, Kota Madiun, Senin (18/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KEKUATAN JOKOWI-SBY: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Emil Dardak usai Apel Siaga Kader Partai Demokrat se-Jatim di Asrama Haji, Madiun, Senin (18/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pilgub Jatim 2018 disebut-sebut menjadi penentu suara untuk Pilpres 2019. Hal itu membuat situasi politik di Jatim kian dinamis dan menjadi ajang ‘pertarungan’ elite politik nasional.

Terlebih dua dari empat Parpol penyokong paslon Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno, Gerindra dan PKS, makin gencar dan ‘habis-habisan’ meminta ganti presiden lewat kampanye hastag #2019gantipresiden.

Di sisi lain, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kembali turun ke Jatim jelang coblosan 27 Juni, kian memperkental aliansinya dengan Joko Widodo (Jokowi). Menggambarkan kondisi politik Pilgub Jatim 2018 sebagai pembuka duel ulangan antara Jokowi versus Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

• Baca: Endus Kecurangan! SBY Minta BIN, Polri dan TNI Tetap Netral

“Kalau kita melihat bahwa pertarungan keras (Pilpres) 2014 dan kontinyuitasnya adalah pada Jokowi versus Prabowo, bukan Jokowi versus SBY,” nilai Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman, Selasa (19/6).

Skema Pilgub Jatim tersebut, tutur Airlangga, bisa diukur lewat variabel Gerindra dan PKS yang berada di kubu Gus Ipul-Puti. Terlebih dua Parpol yang menolak mengusung Jokowi sebagai Capres 2019 tersebut, setia mendukung Gus Ipul sejak Pilgub Jatim edisi 2008 dan 2013.

Sebaliknya, Khofifah memiliki historis kedekatan sebagai kubu Jokowi yang dipercaya menjadi juru bicara pada Pilpres 2014. Ketua Umum PP Muslimat NU empat periode itu pun dipercaya di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla sebagai Menteri Sosial.

• Baca: Jelang Coblosan, SBY Apel Siaga di Wilayah Mataraman dan Arek

Kemudian, tambah Angga — sapaan akrab Airlangga Pribadi Kusman — SBY yang turun gunung mengkampanyekan paslon nomor urut satu semakin menguatkan posisi Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018. Mengingat Soekarwo yang merupakan kader Partai Demokrat sukses memimpin Jatim selama dua periode.

“Posisi historis dari masing-masing kubu, pada Pilpres 2014 dimana KIP (Khofifah Indar Parawansa) adalah Jubir Jokowi-JK dan GI (Gus Ipul) pendukung Prabowo-Hatta,” kata Angga.

“Jelasnya lagi, saat ini Gerindra dan PKS adalah Parpol pengusung GI. Artinya pihak GI-Puti memiliki kedekatan dengan kubu Prabowo. Sementara kubu KIP-Emil adalah aliansi kekuatan antara Jokowi dan SBY.”

Dukungan Bara JP-RKIH

UNTUK KHOFIFAH-EMIL: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali turun ke Jatim untuk memenangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
UNTUK KHOFIFAH-EMIL: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali turun ke Jatim untuk memenangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Dukungan Khofifah-Emil dari orang nomor satu di Indonesia ini pun diamini massa loyalis Jokowi, yakni Bara JP (Barisan Relawan Jokowi for President) dan Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH).

Kedua massa ini adalah masyarakat pelopor yang mendorong Jokowi untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. “Kita DPD Bara JP Jawa Timur mendukung Khofifah-Emil,” kata Ketua Bara JP DPD Jatim, Giyanto Wijaya.

• Baca: Renville: Hanya Kecurangan yang Bisa Kalahkan Khofifah-Emil

Dukungan serupa disampaikan Ketua RKIH Jatim, Erwin Silitonga. “Kami mendukung penuh Ibu Khofifah. Saya yakin kerja keras teman-teman pasti tidak akan sia-sia, insyaallah Ibu Khofifah tetap komitmen dengan program yang dicanangkan,” katanya.

Seperti diketahui, pasangan nomor urut satu, Khofifah-Emil diusung enam Parpol yakni Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Nasdem dan Hanura serta didukung dua Parpol, yakni PKPI dan PBB. Sementara Gus Ipul-Puti diusung PDIP, PKB, Gerindra dan PKS.