Pengamat: Kampanye Rapat Umum Butuh Logistik Besar

MENGUKUR CALON PEMILIH: Kampanye rapat umum bisa digunakan untuk mengukur jumlah massa yang dapat dikumpulkan.

BATU, Barometerjatim.com – Pengamat politik asal Universitas Brawijaya Malang, Haris El Mahdi menilai pasangan calon (paslon) peserta Pilkada yang tidak percaya diri dengan sumber daya yang dimiliki merasa kampanye rapat umum bukan pilihan realistis.

“Paslon dan tim pemenangan akan merasa mubadzir jika melakukan rapat umum tapi yang datang hanya sedikit. Apalagi mesin parpolnya tidak solid, rapat umum mustahil dilakukan,” kata Haris, Selasa (17/1/2017).

Kampanye rapat umum, menurut Haris, butuh logistik dan sumber daya cukup besar. Terlebih mesin Parpol pengusung dinilai sangat menentukan dan mempengaruhi paslon untuk menggelar kampanye rapat umum atau tidak.

“Kalau mesin parpol kurang solid, kampanye umum sulit mendatangkan simpatisan dan kader,” katanya.

Namun Haris menyebut kampanye rapat umum bisa digunakan untuk mengukur jumlah massa yang dapat dikumpulkan, untuk menjadi patokan melihat pemilih di TPS karea dapat didata.

“Paslon dan tim kampanye bisa tahu upaya menarik simpati dari pemilih setelah sosialisasi selama dua bulan lebih,” ucapnya.

Masa kampanye yang sangat panjang, lanjutnya, menjadi penting untuk pemaparan visi-misi paslon lebih intens dan membuat pemilih lebih paham visi misi tersebut.

“Sayangnya pada masa kampanye paslon tidak memanfaatkan masa kampanye yang panjang. Sampai sekarang visi misi paslon belum dipahami rakyat. Inilah yang terjadi dalam Pilkada sekarang ini,” tandasnya.• roy/sml