Pengamat: Kaki-kaki Politik Khofifah Sangat Kuat

KRITERIA PEMIMPIN JATIM: Airlangga Pribadi (kiri) saat Launching Literasi Sosial, Kebhinekaan dan Diskusi Kriteria Pemimpin di Jawa Timur di Surabaya, Rabu (1/3).

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski belum declare maju di Pilgub Jatim 2018, Khofifah Indar Parawansa dinilai memiliki political capital (modal politik) terbesar di antara kandidat lain yang muncul yakni Tri Rismaharini, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) maupun Abdullah Azwar Anas.

“Khofifah menjadi salah satu tokoh penting yang mendukung kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 lalu,” tutur CEO The Initiative Institute, Airlangga Pribadi Kusman saat Launching Literasi Sosial, Kebhinekaan dan Diskusi Kriteria Pemimpin di Jawa Timur di Surabaya, Rabu (1/3).

“Dia juga memiliki akar kuat pada basis-basis santri. Ini membuktikan kaki-kaki politik Khofifah sangat kuat,” tandasnya.

Dalam launching tersebut, The Initiative Institute juga melakukan analisa konten media untuk mendapatkan sentimen opinion leader dan tone atas setiap pemberitaan dari media yang beredar.

Hasilnya, jelang Pilgub Jatim 2018 ada beberapa nama tokoh yang ‘memanfaatkan’ media agar sering muncul di pemberitaan, baik di media cetak maupun online.

Opinion leader temuan kami hasil analisa 382 berita dari berbagai media memunculkan empat nama dominan yakni Saifullah Yusuf (33 persen), Tri Rismaharini (32 persen), Khofifah (15 persen) dan Azwar (11 persen) serta beberapa nama tokoh lain dengan nilai kecil (8 persen),” katanya.

• Baca: Halim Deklarasi Juni, PKB Tutup Peluang Gus Ipul

Kandidat yang termasuk di angka 8 persen ini termasuk Abdul Halim Iskandar (Pak Halim), Hasan Aminuddin dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Survei ini kami laksanakan pada Agustus 2016 hingga Februari 2017 berdasarkan ekspos media. Jadi nanti di 2018, mereka maju Pilgub, akan terjadi star wars di Jawa Timur karena para tokoh ini memiliki kekuasaan,” katanya.

Terkait kecilnya hasil survei untuk Halim Iskandar juga menjadi perhatian peserta diskusi, karena dia satu-satunya tokoh yang tegas menyatakan maju Pilgub Jatim 2018 lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Namun perlu dipahami bahwa politik itu ada yang terlihat dan tidak terlihat,” imbuh Andri Arianto, pembicara lain yang juga pengajar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya.

Lemah Problem Solver

Meski unggul dalam opinion leader, Gus Ipul lemah di kategori pemimpin problem solver. “Pada kategori ini kami memunculkan nama Khofifah, Risma dan Anas,” papar Airlangga.

Selama ini Gus Ipul dinilai tidak berorientasi ke public values, bertindak pragmatis, inovatif, mengukur resiko dari suatu kebijakan. Ini karena Gus Ipul hanya menjadi ‘bayang-bayang’ gubernur.

Persoalan lain, kata Airlangga, sampai saat ini Gus Ipul belum memiliki rumah partai yang akan mendorongnya maju. Berbeda dengan Khofifah yang memiliki kedekatan dengan beberapa partai, selain itu dia merupakan tokoh penting yang mendukung kemenangan Jokowi di Pilpres 2014.

Kemudian Risma, wali kota Surabaya tersebut saat ini menjadi kader andalan PDIP di Jatim. Pun demikian dengan Anas yang memiliki basis partai dan memungkinkan mendorongnya maju.