PDP Meninggal di Tulungagung Terbanyak se-Jatim: 175 Kasus!

TERBANYAK: Jumlah PDP virus Corona yang meninggal di Tulungagung terbanyak se-Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TERBANYAK: Jumlah PDP Corona yang meninggal di Tulungagung terbanyak se-Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Surabaya masih menempati posisi teratas wilayah paling banyak jumlah positif Corona di Jatim. Hingga Sabtu (30/5/2020), di kota yang dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini alias Risma itu tercatat 2.495 kasus.

Tapi urusan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal bukanlah Surabaya, melainkan Tulungagung. Dari 593 PDP, 175 di antaranya meninggal, 64 masih dalam pengawasan dan 354 selesai.

Bandingkan dengan jumlah PDP meninggal di Surabaya. Dari 3.021 kasus hanya tiga yang meninggal. Selebihnya 1.952 dalam pengawasan dan 1.066 selesai.

“Jangan kaget, Tulungangung itu PDP terbesar kedua setelah Surabaya. Dari data ini, PDP yang meninggal tertinggi itu di Tulungagung,” terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Sabtu (30/5/2020) malam.

Inilah yang menjadi alasan, lanjut Khofifah, mengapa Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dokter Joni Wahyuhadi menyetujui salah satu mobil PCR (Polymerase Chain Reaction) dikirim ke Tulungagung.

“Kenapa kategorinya PDP? Karena belum sempat di-swab. Dan Pak Dokter Joni mengambil keputusan mengirim mobil PCR ke Tulungagung, karena kedua tertinggi PDP setelah Surabaya dan yang meninggal 175,” ujarnya.

Karena itu, kata Khofifah, Gugus Tugas Jatim melakukan koordinasi agak teknis ke Tulungagung, termasuk atensi sangat khusus dari Kapolda Jatim.

“Bagaimana kita bisa mengintervensi hal-hal yang seperti ini, bisa kita tangani lebih efektif lagi,” tandas mantan Menteri Sosial tersebut.

Sementara kasus positif se-Jatim, ada tambahan 191 sehingga total menjadi 4.600 kasus. Lalu yang sembuh 609 dan meninggal 396. “Tetap harus ada kewaspadaan yang luar biasa bagi semua pihak, semua elemen,” kata Khofifah.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona, Khofifah