PDNU Ungkit Candaan Khofifah soal “Orang Madura Sakti-sakti”

KRITIK SELOROH KHOFIFAH: Dokter Niam, ucapan Gubernur Khofifah membuat masyarakat Madura teledor prokes 5M. | Foto: IST
KRITIK SELOROH KHOFIFAH: Dokter Niam, ucapan Gubernur Khofifah membuat masyarakat Madura teledor prokes 5M. | Foto: IST

BANGKALAN, Barometerjatim.com – Candaan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menyebut “orang Madura sakti-sakti” diungkit kalangan medis, menyusul membludaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PP PDNU) dokter Muhammad S Niam, rasanya tidak elok memang takabur dan berbangga-bangga di tengah musim pandemi Covid-19 yang belum usai, ketika sementara hanya diduga tidak ada kasus.

“Sampai-sampai gubernur menganggap orang Madura sakti-sakti. Ucapan seperti itu dari seorang penanggung jawab Satgas Covid provinsi hanya malah membuat masyarakat Madura teledor dan tidak merasa perlu mematuhi prokes 5M,” katanya kepada Barometerjatim.com, Minggu (6/6/2021).

Niam yang juga menuliskan kritik lewat akun Facebook-nya menandaskan, sunggu hal seperti itu menunjukkan ketiadaan keprihatinan dan kontra-produktif. Maka tak heran jika lantas kemudian banyak acara-acara keagamaan digelar dengan kerumunan tanpa prokes sama sekali.

“Kalau sekarang kemudian Bangkalan menghitam, banyak kasus yang dirujuk ke Surabaya dalam kondisi kritis, bahkan 29 nakes (tenaga kesehatan) terpapar, kita baru sadar bahwa kita lengah,” ucapnya.

Karena itu, dokter yang juga anggota Endoscopic and Laparoscopic Surgeons of Asia (ELSA) tersebut mengajak semuanya tetap tekun dan sabar dalam mematuhi prokes 5M.

“Kalau yang lain mulai kendor akibat pandemic fatigue, justru saat itulah kita harus tetap teguh dan semangat menyuarakan pentingnya setiap orang berperan menghindari dan mencegah penularan Covid-19,” tandasnya.

Tak hanya Niam, ucapan Khofifah soal menyebut “orang Madura sakti-sakti” juga diungkit warganet.

“Klaster Arosbaya dan Klampis Bangkalan Madura. Masihkah Bangga dengan Sebutan Orang Madura Sakti-Sakti? Ini Kenyataan yang Terjadi Saat Ini,” tulis akun Twitter @rhartono01, sembari menyertakan link berita yang memuat ucapan Khofifah.

“Atensi bu Gubernur @KhofifahIP @JatimPemprov @dinkesjatim. Masihkah Bangga dengan Sebutan Orang Madura Sakti-Sakti? Ini Kenyataan yang Terjadi Saat Ini,” timpal anggota DPRD Jatim dari Madura, Mathur Khusairi lewat akun Twitternya @husyairi_mathur.

19 Hari Membludak

Seloroh Khofifah yang menyebut “orang Madura sakti-sakti” terlontar saat melakukan kunjungan kerja di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Senin (17/5/2021).

Dalam pertemuan itu, Kepala Dishub Nyono dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Herlin Ferliana masing-masing memberi pemaparan terkait kondisi saat pemberlakuan screening Covid-19 di Poskes selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, 6-17 Mei 2021.

“Lapor Ibu, hanya ada 38 orang yang positif rapid antigen saat dilakukan screening di beberapa titik penyekatan mulai 6-17 Mei 2021,” kata Herlin. “Untuk pos penyekatan di Suramadu nihil yang positif rapid antigen Bu,” sambungnya.

Kepala UPT Dishub Jatim di Bangkalan, Wahab melalui virtual juga mengatakan tidak adanya orang Madura yang diperiksa dan nihil positif rapid antigen.

“Orang Madura itu sakti-sakti,” kata Khofifah setengah bercanda, menanggapi nihilnya orang Madura yang positif rapid antigen saat masuk Surabaya melalui Jembatan Suramadu.

Namun 19 hari kemudian, Covid-19 justru membludak di Bangkalan. Sampai-sampai pihak RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) harus me-lockdown ruang IGD mulai 5 hingga 8 Juni 2021 karena lonjakan pasien sekaligus untuk melindungi nakes.

Dari data yang dihimpun, tercatat 29 nakes positif Covid-19. Rinciannya 17 nakes bertugas di Puskesmas Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, dan terdapat seorang nakes meninggal. Sedangkan 12 nakes lainnya bertugas di Puskesmas Tongguh, Kecamatan Arusbaya.

Bahkan di dua Puskesmas di Kecamatan Arosbaya tersebut telah dilakukan status micro lockdown sejak 1 Juni 2021. Selain di Arosbaya, peningkatan jumlah positif Covid-19 juga terjadi di Kecamatan Bangkalan dan Klampis.

Menurut Wakil Direktur Pelayanan RSUD Syamrabu, dr Farhat Suryaningrat, lonjakan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir di Bangkalan sangat signifikan. Ruang isolasi baru dengan peningkatan kapasitas hingga 90 bed tidak mampu menampung pasien.

“Itu pun masih ada antrean di IGD, sekitar delapan orang. Banyak nakes kami yang terkonfirmasi, dokter radiologi kami hari ini meninggal karena Covid-19,” ungkapnya kepada wartawan.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona