PDIP Surabaya Ingatkan KPU-Bawaslu Rawan Diintervensi!

Rudi Yono Antonio, ingatkan KPU-Bawaslu jangan terintervensi. | Foto: Barometerjatim.com/wira harlijadi
Rudi Yono Antonio, ingatkan KPU-Bawaslu jangan terintervensi. | Foto: Barometerjatim.com/wira harlijadi

SURABAYA, Barometerjatim.com – 17 hari jelang coblosan Pemilu 2019, Sekretaris Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan Surabaya, Rudi Yono Antonio mengingatkan KPU dan Bawaslu agar terbebas intervensi dari pihak manapun.

Jangan sampai, misalnya, ada upaya ‘pengkondisian’ dari calon legislatif (Caleg) dari Parpol tertentu. “Kami menolak hal itu,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Barometerjatim.com, Minggu (31/3/2019).

Sebaliknya, BSPN meminta KPU dan Bawaslu Surabaya agar mengedepankan prinsip Pemilu bebas dari intervensi kepentingan kelompok, golongan, bahkan hubungan kekeluargaan yang dimulai sejak proses perekrutan komisioner.

Rudi menambahkan, karakter dasar penyelenggara Pemilu yang demokratis terletak pada independensi, imparsialitas dan kompetensi. “Dengan sifat-sifat begitu, maka penyelenggara Pemilu diharapkan bisa menjadi wasit yang jujur, adil, tidak berpihak serta profesional,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya turut mengimbau kepada masyarakat untuk berani menyatakan keberatan, jika ada ketidaknetralan atau indikasi adanya money politics yang menjangkiti penyelenggara Pemilu.

“Jika ada warga yang menemukan kejanggalan di lapangan, termasuk money politics segera laporkan. Ini demi pelaksanaan Pemilu yang berintegritas,” tuntas Rudi. •

» Baca Berita Terkait PDIP, Pemilu 2019