PDIP Siap ‘Bertempur’ Baik-baik dengan PKB di Pilbup Sumenep

SIAP MAJU BUPATI: Achmad Fauzi, siap berkoalisi dan bertempur baik-baik dengan partai manapun. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILBUP SUMENEP: Achmad Fauzi, PDIP siap berkoalisi atau bertempur baik-baik dengan PKB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

WAKIL BUPATI yang juga ketua DPC PDIP Sumenep, Achmad Fauzi declare maju di Pilbup 2020. Namun PDIP hanya memiliki  lima kursi di DPRD, atau kurang empat kursi lagi sebagai syarat Parpol mengusung pasangan calon.

PDIP perlu berkoalisi, dan Fauzi mengaku sudah membangunnya dengan seluruh partai, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pemiliki kursi terbanyak (10) di DPRD Sumenep.

Tapi jika akhirnya gagal berkoalisi dan PKB lebih memilih mengusung pasangan calon dari kader sendiri, Fauzi menegaskan PDIP siap ‘bertempur’ baik-baik dengan PKB.

Berikut wawancara Barometerjatim.com dengan tokoh muda Bumi Sumekar — julukan Kabupaten Sumenep — yang juga penulis buku Saatnya Move On itu di rumah dinasnya, Jalan Dr Cipto, Sumenep, akhir pekan lalu.

Anda declare maju di Pilbup Semenep 2020, apakah kendaraan untuk pencalonan sudah final?
Kalau kendaraan (Parpol pengusung) kita ini kan terus berusahalah. Mencoba mencari mitra-mitra koalisi yang kira-kira sepaham, sevisi, dan satu tujuan dengan kita. Kita juga lagi pendekatan dengan 10 partai, artinya semua partai tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan kita.

Isunya bakal Cawabup pasangan anda dari PKB?
Kalau wakil itu dengan siapa saja, yang penting satu visi, satu tujuan, iya kan. Ada kesepahaman dengan kita.

Dari partai manapun ya?
Ya, dari partai manapun, insyaallah.

Sampai hari ini dengan partai mana yang paling intens berkomunikasi?
Semua partai kita intens, pendekatan semua, penjajakan koalisi. Di koalisi parlemen kita juga bicara, pendekatan dengan beberapa partai, termasuk rencana koalisi untuk Pilkada.

PKB partai terbesar di Sumenep dengan 10 kursi, kalau akhirnya mengusung kader sendiri bagaimana?
Ya bagus juga. Artinya bertempur baik-baiklah, he.. he..

Jadi siap bertempur dengan PKB nih?
Dengan baik-baik, he.. he.. (karena semua baru) asumsi-asumsi iya kan.

Kalau akhirnya koalisi?
Dengan baik-baik juga, he.. he.. Kita ini, PDIP, kan partai besar di nasional, jadi sudah biasa. (Koalisi) dengan partai kecil biasa, partai besar juga biasa. Masuk dengan siapa saja kalau PDIP itu yang penting ada kesepahaman, harapan sama, tujuan sama.

Anda sudah declare di saat kandidat lain masih memilih diam. Apa tidak terlalu dini?
Biar orang tidak bertanya-tanya, karena banyak orang yang mendorong saya agar maju. Ada tokoh masyarakat, pemuda, para kiai, meminta saya agar terus melanjutkan ke bupati dan sebagainya.

Jadi mereka juga selalu penasaran. Nah, daripada jadi mimpi penasaran, lebih baik saya sampaikan jauh-jauh hari biar mereka bisa tahu. Biar calon-calon lawan juga tahu dan tidak kaget, bahwa wakil bupati ini mau maju gitu kan, biar mereka lebih siap. Khawatir kaget nanti kalau saya declare-nya terlalu dekat, he.. he..

UNDANG INVESTOR: Achmad Fauzi bersama para investor dalam "Sumenep Investment Gathering". | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
UNDANG INVESTOR: Fauzi bersama para investor dalam “Sumenep Investment Gathering”. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Declare anda sampaikan bersamaan dengan reses Said Abdullah. Apakah Said membawa pesan khusus dari Megawati?
Enggaklah. Sebenarnya dengan ditunjuknya saya sebagai ketua DPC PDIP Sumenep yang diamanatkan oleh Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri, itu sudah sinyal kuat.

Seorang wakil bupati yang diberikan tampuk untuk memimpin sebuah partai, itu sinyal bahwa kamu harus maju, begitu. Kamu sudah saya kasih bendera, kamu tinggal cari untuk melengkapi koalisi. Itu saja sebenarnya.

Ini kan proses alamiah, sinyal itu sudah ada pada saat amanah diberikan Ketum. Para politikus sudah paham, wah ini serius. Nah keseriusan itu saya tunjukkan kemarin dengan declare, bahwa hidup ini butuh kepastian.

Berarti yang tidak ditunjuk sebagai ketua saat Konfercab lalu, tidak dapat sinyal maju di Pilkada dong?
Biasanya yang tidak diberikan amplop (berisi penunjukan sebagai ketua, sekretaris dan bendahara) itu biasanya DPC-DPC yang perolehan kursinya baik, seperti Surabaya. Ini (DPC) tak perlu dinahkodai wakil bupati (atau kepala daerah).

Kalau di sini kan menjadi penting. Saat wakil bupati diberi tugas tambahan, maka bagaimana partai ini dikelola dengan baik, kursinya bertambah dan terus bertambah, sehingga perlulah wakil bupati ini merebut tampuk bupati ke depan.

» Baca Berita Terkait Achmad Fauzi, PDIP