Jumat, 07 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Pakde Karwo: Air Umbulan Lebih Murah! Rp 2.400 per Meter Kubik

Berita Terkait

AIR UMBULAN MURAH: Pakde Karwo, air Umbulan lebih murah berkat skema KPBU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
AIR UMBULAN MURAH: Pakde Karwo, air Umbulan lebih murah berkat skema KPBU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Mantan Gubernur Jatim, Soekarwo alias Pakde Karwo menyebut tarif air SPAM Umbulan lebih murah karena pembiayaan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut menggunakan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) atau public private partnership.

“Kalau full dikontrak swasta per meter kubiknya Rp 7.000, kalau ini Rp 2.400 rata-rata. Ada yang dinaikkan, karena yang berpenghasilan rendah diberikan murah,” katanya usai menghadiri soft launching SPAM Umbulan di offtake Porong, Sidoarjo, Minggu (22/12/2019) sore.

Pelanggan yang nantinya diberi harga murah, yakni Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Jadi ini satu skim baru yang jadi showcase contoh model di dunia,” sambungnya.

Pakde Karwo yang kini anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menambahkan, perjalanan proyek SPAM Umbulan memang panjang, bahkan sudah direncanakan sejak 1972. “Orde Baru menyiapkan ini, gagal. 1986 dibicarakan lagi, gagal,” katanya.

Baru di 2010, Menteri Keuangan saat itu Agus Martowardojo dalam pertemuan di Paris, Prancis dengan Bank Dunia dan PBB, kemudian ditawarkan sistem public private partnership dengan badan usaha.

“Maka yang swasta berapa, kemudian yang pemerintah berapa, dan fasilitasi dari kabupaten kota dengan provinsi berapa, ketemu menjadi lebih rendah Rp 2.400 dari Rp 7.000 per meter kubik,” ucapnya.

“Jadi semua dilakukan efisiensi, sasarannya murah, MBR-nya bisa diberi. Misalnya Kota dan Kabupaten Pasuruan bisa menjadi Rp 1.000 per meter kubik,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Air Umbulan

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -