Soekarwo: 2/3 Kaum Intelektual Berasal dari PTS di Jatim

PERAN PENTING PTS: Gubernur Soekarwo mendampingi Presiden Jokowi di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Kamis (6/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PERAN PENTING PTS: Gubernur Soekarwo mendampingi Presiden Jokowi di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Kamis (6/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jatim, Kamis (6/9), salah satunya untuk mengisi acara Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan dan Pembukaan Rakernas Lembaga Pendidikan PGRI  di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Menurut Gubernur Jatim, Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo, kehadiran Jokowi di Peguruan Tinggi Swasta (PTS) sangat tepat, mengingat 2/3 kaum intelektual berasal dari PTS di Jatim.

“Kehadiran Bapak Presiden di Jatim sangatlah tepat untuk memberikan motivasi kepada generasi muda, karena sebanyak 2/3 kaum intelektual berasal dari PTS di Jatim,” ujarnya.

• Baca: Kampus Kalau Partisan, Hilang Kredibilitas Akademisnya

Turut mendampingi presiden dalam acara tersebut yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Pakde Karwo menambahkan, saat ini di Jatim terdapat 336 Perguruan Tinggi (PT), 326 di antaranya PTS dan 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sedangkan jumlah mahasiswa sebanyak 721.682, terdiri dari 512.219 mahasiswa PTS dan 209.463 PTN.

“Kaum intelektual telah memberikan warna positif bagi pembangunan di Jatim, sehingga melahirkan masyarakat Jatim yang cerdas dan berakhlak mulia,” tambah Pakde Karwo.

• Baca: Teliti Ideologi Kitab Kuning, Peneliti Muda NU Raih Doktor

Sementara itu di hadapan ribuan mahasiswa yang hadir, Jokowi mengingatkan mereka agar terus meningkatkan kualitas diri dengan memanfaatkan informasi teknologi (IT). Terlebih saat ini telah memasuki era industri 4.0.

Revolusi industri keempat ini, menurut Jokowi, merupakan perpaduan antara teknologi dan ilmu pengetahuan yang mengedepankan akses dan kecepatan. Maka generasi muda harus segera untuk menyesuaikan diri.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menghadapi revolusi industri 4.0. Apakah kita ditinggal, ataukah melompat jauh seiring dengan perkembangan itu,” katanya.

• Baca: Mahasiwa Ubaya Raih 3 Medali Kejuaraan Wushu di China

Meski demikian, tandas Jokowi, generasi muda tetap tidak boleh melupakan jati diri sebagai bangsa yang besar. “Sebagai kaum intelektual mahasiswa, harus senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa seiring dengan era teknologi,” ucapnya.

“Kita harus sadar bahwa Indonesia adalah negara besar yang mempunyai potensi maupun kekuatan yang luar biasa,” tegasnya.

• Baca: Khofifah Berharap dari Jatim Lahir Pelaku Startup Dunia

Jokowi juga menyebut peranan PGRI sangatlah strategis dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. PGRI diminta terus mampu menjadi organisasi yang dapat mencetak kaum intelektual, terutama mencetak generasi muda kader anak didik bangsa.

“Terima kasih PGRI, teruslah berjuang dan isi kemerdekaan melalui pendidikan nasional,” tuntasnya.

» PERGURUAN TINGGI DI JAWA TIMUR

  • Perguruan Tinggi Negeri (PTN): 10
  • Perguruan Tinggi Negeri Swasta (PTS): 326
  • Mahasiswa PTN: 209.463
  • Mahasiwa PTS: 512.219