Pakde Beri Bantuan, Bude Bagi-bagi Pin Emas

PENGHARGAAN: Gubernur Soekarwo memberikan sejumlah penghargaan pada Puncak Peringatan BBGRM XIV dan HKG-PKK ke-45 di Tulungagung. | Foto: Ist

TULUNGAGUNG, Barometerjatim.com – Ada pemandangan menarik saat Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-45 Provinsi Jawa Timur 2017 di GOR Lembu Peteng, Kabupaten Tulungagung, Rabu (3/5).

Gubernur Jatim, Soekarwo (Pakde Karwo) dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jatim, Nina Soekarwo (Bude Karwo) memberikan berbagai penghargaan atau apresiasi serta bantuan kepada para kader PKK di Jawa Timur.

Nina memberikan 76 pin emas bagi kader PKK yang telah mengabdi minimal 15 tahun. Secara simbolis, penghargaan diberikan kepada Surjati (Kabupaten Probolinggo), Suwarni (Kabupaten  Lamongan) dan Nuk Suaibah yang telah mengabdikan diri sekabagai sukarelawan PKK selama minimal 45 tahun.

• Baca: Jembatani Pusat-Jatim, Peran Kadinsos Sangat Penting

Lalu penghargaan pelaksana terbaik 10 program pokok PKK kepada 10 orang. Di antaranya mewakili kabupaten yaitu Desa Domangan (Tulungagung), Desa Sumbergondo (Banyuwangi) dan Desa Begadung (Nganjuk). Sedangkan mewakili kota, yaitu Kelurahan Oro Oro Ombo (Madiun), Kelurahan Jemur Wonosari (Surabaya) dan Kelurahan Kaliombo (Kediri).

Sementara Soekarwo memberikan hibah bantuan pengelolaan rambak kepada Kelompok Wahyu Abadi, Kelurahan Sembung, Tulungagung. Gubernur juga memberikan penghargaan lomba BBGRM terbaik dan lomba Pasar Desa kepada Pasar Desa Kutukan Desa Slorok (Kabupaten Blitar), Pasar Desa Balongpanggang (Kabupaten Gresik) serta Kelurahan Pilang (Kota Probolinggo).

Gelorakan Gotong Royong

BUAH GOTONG ROYONG: Para penerima penghargaan foto bersama pada pada Puncak Peringatan BBGRM XIV dan HKG-PKK ke-45 di Tulungagung. | Foto: Ist

Sementara itu dalam sambutannya, gubernur menyampaikan semangat kegotong-royongan harus digelorakan, khususnya dalam proses pembangunan. Sebab, semangat gotong royong dapat mengakselerasi pembangunan. Membangkitkan semangat gotong royong salah satunya melalui peringatan BBGRM.

Dijelaskan, sukses pembangunan di Jatim ditentukan oleh kegotong-royongan masyarakat. Adanya semangat kebersamaan, kesetiakawanan, toleransi, saling bantu-membantu menjadi dasar di dalam masyarakat sebagai semangat kegotong-royongan.

“Banyak pihak menganggap enteng aspek gotong royong dalam masyarakat, padahal mempunyai nilai dan makna yang besar bagi pembangunan Jatim,” katanya.

• Baca: Kasus AIDS Terungkap Berkat Faskes Jatim Kian Lengkap

Sedangkan Nina Soekarwo menegaskan perlunya tim penggerak PKK pada semua lini di Jatim untuk memanfaatkan MoU antara Tim Penggerak PKK Pusat dengan berbagai kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kependudukan dan BKKBN, serta Kementerian Pembangunan dan Daerah Tertinggal.

“Silakan ide-ide kreatif dimunculkan dan dikonkretkan,” ujarnya sambil mengharapkan agar tim untuk kerja, kerja dan kerja.

Bude Karwo juga mengharapkan agar para kader PKK untuk terbuka terhadap hal-hal baru tanpa meninggalkan budaya timur, serta selalu inovatif, seperti selama ini yang telah dicapai.

“Misalnya, capaian pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan payudara yang mencapai 257.887 orang sehinga Jatim memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat,” tandasnya.