Pacu Pengusaha Mikro, CMA ke-14 Dimulai dari Surabaya

MEMBANGUN WIRAUSAHA: Workshop digital marketing for entrepreneurs di Surabaya, Rabu (7/11). Upaya membangun wirausaha yang benar. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
MEMBANGUN WIRAUSAHA: Workshop digital marketing for entrepreneurs di Surabaya, Rabu (7/11). Upaya membangun wirausaha yang benar. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Surabaya, selain Kota Pahlawan, juga dikenal karena semangat warganya tangguh dalam berwirausaha. Data Dinas Koperasi Pemprov Jatim mencatat, hingga 2017 ada sekitar 260.762 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya.

Namun dari jumlah tersebut, para pelaku UMKM masih perlu memacu semangat usahanya lebih keras dan kratif lagi, agar bisa lebih baik. Maka, melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM), para pelaku usaha ini didorong untuk mengikuti Citi Microentrepreneurship Award (CMA) 2018-2019.

Head of External Communication Cororate Affairs Citi Indonesia, Ananta Wisesa menuturkan minimal ada dua manfaat mengikuti CMA. Pertama, membantu para wirausaha untuk mengetahui betapa pentinganya berwirausaha.

• Baca: Bukalapak Pasarkan Produk 12,1 Juta UMKM Jatim

“Ini sejalan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI),” katanya di sela acara Road to CMA 2018-2019 di Surabaya, Rabu (7/11).

Citi Indonesia, kata Ananta, mendukung program SNKI yang memberikan materi tidak sebatas pada strategi marketing maupun branding, tapi juga terhadap finansial.

“Misalnya pembuatan laporan keuangan yang sederhana, atau bagaimana cara mengatur keuangan dalam perusahaan,” paparnya.

• Baca: Peran Besar UMKM di Jatim: Sumbang 19 Juta Tenaga Kerja

Ananta menambahkan, CMA 2018-2019 ini merupakan ide Citi Indonesia melalui CSR-nya (Corporate Social Responsibility), yaitu Citi Peduli dan Berkarya (Peka) bersama Mercy Corps Indonesia untuk menggaet para pelaku UMKM untuk terus berkembang.

Dari seleksi yang dilakukan sampai 20 finalis hingga akhir 2018 ini, diharapkan, akan ada sekitar 800 UMKM berkualitas di Indonesia.

“Surabaya menjadi kota pertama yang disambangi Road to CMA ke-14 di tahun ini, agar mengetahui informasinya serta mau mendaftar baik secara online maupun offline,” katanya.

• Baca: Kejar Aset Rp 100 Triliun di 2024, Bank Jatim Rangkul UMKM

Ananta optimistis target 800 peserta CMA 2018-2019 terpenuhi. Berkaca dari kali pertama digelar pada 2005, ajang CMA yang sudah digelar di 30 negara, termasuk Indonesia, mampu menjaring hingga 13 ribu pengusaha di Tanah Air.

“Dari sepanjang gelaran CMA tiap tahunnya itu, kami sudah memberikan 240 pengusaha mikro,” klaim Ananta.

Lima Kategori

TARIK MINAT PENGUSAHA: Ananta Wisesa (Kiri) dan Andi Ikhwan, berharap CMA bisa menarik minat pengusaha mikro di Surabaya dan sekitarnya. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
TARIK MINAT PENGUSAHA: Ananta Wisesa (Kiri) dan Andi Ikhwan, berharap CMA bisa menarik minat pengusaha mikro di Surabaya dan sekitarnya. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

Hal senada disampaikan Director Agriculture, Entrepreneurship and Financial Inclusion, Mercy Corps Indonesia, Andi Ikhwan berharap. Menurutnya CMA bisa menarik minat pengusaha mikro di Surabaya dan sekitarnya.

“Sebab, kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan saluran digital dalam pengembangan usaha,” katanya.

Andi juga menjelaskan, di ajang CMA ini, panitia akan menyeleksi 800 peserta menjadi 50 UMKM. Kemudian diseleksi lagi hingga menjadi 20 finalis yang akan ditempatkan di lokasi khusus.

• Baca: Tumbuh 5,57 Persen, Ekonomi Jatim Ditopang Koperasi-UMKM

“Jadi ada semacam boot camp. Di sini, mereka bisa interaksi dengan para pakar, tim dari Citibank tentang kewirausahaan,” sambungnya.

Ajang CMA sendiri terbagi lima kategori pemenang, yaitu penghargaan Agriculture and Fishery Microentrepreneur, Arts and Creative Design Microentrepreneur, Culinary Microentrepreneur, Green Microentrepreneur, dan Service and Innovation Microentrepreneur.

“Selain itu, ada tiga penghargaan khusus yang akan diberikan, yakni Young Microentrepreneur, Microentrepreneur of the Year, dan Best Woman Microentrepreneur,” tandas Andi.•

» Baca Berita Terkait UMKM, Bisnis