NU Siaga Penuh! Sekjen PBNU: Teror Bom Bukan Jihad Islam

TEROR BOM BUKAN JIHAD: Helmy Faishal Zaini (kiri), teror bom di Surabaya buka cerminan Islam dan bukan jihad. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
TEROR BOM BUKAN JIHAD: Helmy Faishal Zaini (kiri), teror bom di Surabaya buka cerminan Islam dan bukan jihad. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Islam mengajarkan dakwah penuh kedamaian. Tidak mengenal kekerasan, apalagi sampai membunuh. Maka, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini memastikan, serangkan teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo bukanlah cerminan Islam, bukan jihad.

“Seru dan ajaklah manusia ke jalan Tuhanmu denga  cara hikmah dan pengajaran yang baik. Jadi Islam tidak mengenal dakwah dengan kekerasan,” kata Helmy saat mengunjungi lokasi bom bunuh diri di Ngagel Surabaya, Senin (14/5).

“Untuk itu kami pastikan, bahwa seluruh gerakan yang mengatakan jihad tetapi tindakannya membunuh, menebar kebencian dan mengacaukan, kami memastikan itu bukan Islam.”

• Baca: Jaringan Pelaku Bom Surabaya dalam Analisa Adik Amrozi

Helmy juga mengutuk aksi yang memakan korban jiwa dan membuat masyarakat khawatir tersebut. Apalagi aksi itu mengatasnamakan jihad agama.

Karena itu, Helmy minta PWNU dan PCNU melakukan siaga penuh sekaligus membangun posko kemanusiaan untuk memberikan bantuan informasi dan koordinasi dengan aparat keamanan, sehingga kejadian mematikan itu tidak terulang lagi.

Dia mengajak masyarakat agar tetap tenang dan waspada. “Saya mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing dengan provokasi, karena ada upaya untuk menghadapkan antara satu agama dengan yang lain,” tadasnya.

• Baca: Jubir Khofifah-Emil: Teror Bom Tak Usik Suasana Damai Pilgub

PBNU, tambah Helmy, juga menyampaikan berduka berbelasungkawa dan kepada keluarga korban yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kesabaran.

Sementara Ketua PWNU Jatim, Hasan Mutawakkil ‘Alallah berharap masyarakat tetap tenang dan mewaspadai lingkungan sekitar. “Kalau seandainya ada indikasi gerakan teror, maka laporkan pada aparat keamanan dalam hal ini kepolisian. Sebab, kepolisian sudah punya menkanisme tersendiri dalam menangani gerakan teroris,” ujarnya.

Di sisi lan, dia berharap agar pemerintah memperkuat Badan Intelijen Negara (BIN), TNI dan Polri, khusunya dalam menangani gerakan teror.