NU Bisa Ditinggal Kalau Jokowi-Kiai Ma’ruf Kalah di Pilpres

NU HARUS BERSATU: KH Ma'ruf Amin (kiri) bersama Kiai Asep Saifuddin Chalim di Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto, Rabu (29/9). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
NU HARUS BERSATU: KH Ma’ruf Amin (kiri) bersama Kiai Asep Saifuddin Chalim di Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto, Rabu (29/9). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – KH Ma’ruf Amin berharap warga Nahdlatul Ulama (NU) utuh di Pilpres 2019 untuk memenangkan dirinya dan Joko Widodo (Jokowi) agar Ormas keagamaan terbesar di Tanah Air itu tidak dipandang remeh.

“Pengalaman yang lalu kita harapkan tidak terulang sekarang ini, kita utuhkan,” katanya saat silaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, asuhan KH Asep Saifuddin Chalim, Rabu (19/9).

Kalau sampai Jokowi-Kiai Ma’ruf kalah di Pilpres 2019, kata Kiai Ma’ruf, “Maka NU tidak akan lagi diajak untuk bersama-sama di dalam pemerintahan. Karena apa? Kalau ngajak orang NU kalah gitu lho. Nah orang enggak akan mau lagi.”

• Baca: Kiai Ma’ruf: Tak Didukung Kiai NU Kultural, Malapetaka!

Tapi kalau memenangi Pilpres 2019, tambahnya, “Mudah-mudahan saya bisa melaksanakan tugas sebagai Wapres dari kalangan ulama,” tandas rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

Kiai Ma’ruf juga mengungkapkan, sebenarnya dirinya tidak menginginkan menjadi Cawapres. “Jadi boleh dikata, saya jadi Cawapras itu min haitsu la yahtasib, enggak diduga-duga,” katanya.

Sama ketika dipilih menjadi rais aam. “Saya tidak mencalonkan, saya tidak dicalonkan. Tahu-tahu jadi rais aam, min haitsu la yahtasib. Sekarang jadi Cawapres juga min haitsu la yahtasib. Sebab itu ketetapan saat terakhir, injury time,” ujarnya.

• Baca: Sinyal Kiai Ma’ruf, Khofifah Disiapkan untuk Pilpres 2024?

Hal itu, lanjut Kiai Ma’ruf, karena PBNU tidak pernah meminta jatah Cawapres. “Kita cuma menawarkan orang-orang kalau Pak Jokowi mau mengambil, ini orang-orangnya,” katanya.

Kader NU yang ditawarkan, menurut Kiai Ma’ruf ada lima orang. Selain dirinya, empat orang lagi yakni Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj; Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar; Ketua Umum PPP, Romahirmuziy; serta mantan Ketua MK, Mahfud MD.

“Silakan Pak Jokowi milih, ujung-ujungnya saya terakhir yang dipilih. Jadi saya jadi Cawapres min haitsu la yahtasib. Karena saya sudah berada di jalur itu, maka saya mohon doa semuanya, dukungannya,” pinta kiai yang juga ketua umum (non aktif) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Tiga Agenda Utama

Jika terpilih, ada tiga hal utama yang akan kerjakan Kiai Ma’ruf. Pertama, mengikis konflik idologis dengan menyatukan elemen bangsa lewat satu kesepakatan, yakni Pancasila dan UUD 1945.

“Saya berharap tidak ada lagi konflik idologis nanti, karena itu sudah merupakan satu kesepakatan. Saya berharap 2024 tidak ada lagi konflik ideologis,” tegasnya.

Kedua, membangun kesejahteraan. Selama lima tahun akan menyiapkan landasan yang kuat, tak ada kerikil dan becek di runway sehingga pesawat bisa tinggal landas. Begitu pula dengan ekonomi harus take-off.

• Baca: Kiai Ma’ruf Minta Dukungan ke Ponpes Sunan Drajat Lamongan

“Saya mengusung ekonomi arus baru pembangunan, yaitu pemberdayaan ekonomi umat. Salah satu yang saya inginkan, pilarnya adalah pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat,” jelasnya.

Ketiga, mendorong akhlak dan karakter bangsa agar memiliki semangat dalam rangka membangun fighting spirit. “Bangsa ini punya semangat yang tinggi, dan kalau dipacu itu hebat. Buktinya di Asian Games (perolehan medali) melampaui target,” katanya.

» Baca Berita Terkait KH Ma’ruf Amin, Nahdlatul Ulama, Pemilu 2019, Jokowi