November Konferwil, 400-an PAC Ansor Jatim Belum Ter-SK

ADMINISTRASI ANSOR JATIM: Gus Aam, jelang Konferwil hampir 400 PAC Ansor Jatim belum ter-SK, terakreditasi dan mati. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
TANTANGAN ADMINISTRASI ANSOR JATIM: Gus Aam, jelang Konferwil hampir 400 PAC Ansor Jatim belum ter-SK, terakreditasi dan mati. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tugas berat disandang Ketua PW GP Ansor Jatim, Sholahul Aam Notobuwono. Empat bulan lagi Konferensi Wilayah (Konferwil) digelar, November 2018, namun masih ada 400-an PAC yang belum ter-SK (surat keputusan). Belum lagi SK-nya yang mati serta belum terakreditasi.

“Cabang yang (SK-nya) mati juga belum Konfercab. Jadi ini tantangan administrasinya masih sangat tinggi untuk segera kita selesaikan,” katanya dalam perbincangan dengan Barometerjatim.com.

Apakah cukup waktu untuk menggelar Konferwil yang diagendakan November nanti? “Saya berusaha keras. Masalah cukup atau tidak cukup, apa kata nanti, yang jelas saya sudah berusaha,” katanya.

• Baca: Gus Aam di Antara Sahabat dan Adik Kandung

Namun pria yang akrab disapa Gus Aam itu optimistis, karena tahapan sudah berjalan dengan baik. Misalnya, pengajuan SK PAC sekarang lebih cepat. Dari pengajuan sampai pengeluaran SK, maksimal satu minggu selesai.

“Kita punya tahapan. Saya kira nanti, semoga Oktober sudah selesai semua,” tandasnya.

Gus Aam tak memungkiri, ratusan PAC yang belum ter-SK, mati hingga belum terakreditasi karena periodesasi kepemimpinan Rudi Triwahid yang molor, sampai PP GP Ansor dua kali mengeluarkan SK penunjukkan.

• Baca: Direkomendasi 25 Cabang, Gus Abid Siap Pimpin Ansor Jatim

“Kepengurusan PW Ansor itu kan habisnya Desember (2017). Tapi karena diperpanjang dan diperpanjang, maka berimbas sampai kini (hingga Gus Aam ditunjuk sebagai ketua per 5 Juni),” katanya.

Akibatnya, secara administrasi tidak berjalan efektif. Banyak PAC yang mengajukan perpanjangan tapi tidak bisa di-SK ketua PW sebelumnya.

“Jadi saya hanya diberi mandat, diamanatkan untuk menyelesaikan administrasi organisasi,” tegas pria yang masih keluarga Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang itu.