Ngaji Bareng Cak Nun, Emil Ajak Hadapi Revolusi Industri 4.0

EMIL DAN CAK NUN: Cak Nun menyambut hangat kehadiran Emil Dardak di acara Ngaji Bareng Cak Nun yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (1/6) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
EMIL DAN CAK NUN: Cak Nun menyambut hangat kehadiran Emil Dardak di acara Ngaji Bareng Cak Nun yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (1/6) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

MALANG, Barometerjatim.com – Cawagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menghadiri acara Ngaji Bareng Cak Nun yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di lapangan Kampus Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (1/6) malam.

Acara bertema Menuju Revolusi Industri 4.0 tersebut digelar untuk memperingati HUT ke-66 PII. Kehadiran ‘kiai mbeling’ bernama lengkap Muhammad Ainun Nadjib atau populer dengan Emha Ainun Nadjib itu membuat lokasi acara dibanjiri ribuan jamaah.

Emil yang didapuk Cak Nun untuk berbagi ilmu kepada jamaah Maiyah, menekankan revolusi industri atau kemajuan teknologi tidak bisa dihindari. “Mau diumpetin kayak apapun kemajuan teknologi akan terus berkembang,” katanya.

• Baca: Gus Ipul Maju Gubernur, Cak Nun: Belum Tentu Saya Restui

Wajar jika dalam sesi tanya jawab, sejumlah jamaah yang hadir khawatir akan dampak buruk revolusi industri keempat bakal semakin jauh menggantikan tenaga manusia. Namun suami pesohor Arumi Bachsin itu menekankan, kemajuan teknologi tidak perlu disikapi dengan ketakutan.

“Jangan takut digusur teknologi, melainkan kita harus cepat menyikapi permasalahan ini dengan mempersiapkan diri untuk tidak dikendalikan teknologi. Justru sebaliknya, kitalah yang harus mengendalikan teknologi, mengoperasikan teknologi tersebut,” paparnya.

Bagi Emil, “Manusia punya rasa dan kreativitas yang tidak bisa tergantikan oleh mesin. Makanya anak muda harus kreatif tanpa batas,” tandasnya.

• Baca: Gus Ipul Suka Traktir Kiai Biar Didukung Jadi Gubernur

Sementara Cak Nun mengajak Emil dan seluruh jamaah yang hadir untuk bersama-sama membangun dan menjaga negeri ini. “Mas Emil, ini teman-teman semua adalah teman sampeyan untuk membangun negeri ini,” kata Cak Nun.

Dia lalu mewejangi jamaah Maiyah untuk belajar kepada para insinyur yang andal. Begitu sebaliknya, para insinyur juga harus belajar dari jamaah Maiyah yang menghadapi kerasnya kehidupan.

Dalam acara tersebut juga dipaparkan tentang perkembangan dan teknologi yang telah mengubah dunia, sebagaimana revolusi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan kemunculan mesin uap.

SAMBUTAN MERIAH: Emil Dardak disambut meriah di acara Ngaji Bareng Cak Nun yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (1/6) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SAMBUTAN MERIAH: Emil Dardak disambut meriah di acara Ngaji Bareng Cak Nun yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (1/6) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Revolusi ini dicatat sejarah sebagai keberhasilan mengerek naik perekonomian secara drastis, dimana selama dua abad setelah revolusi industri terjadi peningkatan rata-rata pendapatan karena produksi bisa berlipat dengan adanya mesin uap.

Berikutnya, pada revolusi industri generasi kedua ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor, Kemudian, revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan komputer.

• Baca: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Emil: Jatim Harus Fokus SDM

Sedangkan revolusi industri generasi keempat, menemukan pola baru ketika disruptif teknologi hadir begitu cepat. Di era ini mesin dengan mesin saling berkomunikasi, atau bisa disebut sebagai era superkomputer.

Kinerja manusia semakin dipermudah, namun sebaliknya kebutuhan tenaga kerja manusia semakin berkurang karena semua serba otomatisasi.