Nasdem Sodorkan Azrul ke Machfud, Maria Lucia Legowo!

PILWALI SURABAYA: Maria Lucia Lindhajany, legowo dengan keputusan Nasdem usulkan Azrul Ananda. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Maria Lucia, legowo dengan keputusan Nasdem usulkan Azrul Ananda. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Spanduk dan banner Maria Lucia Lindhajany tersebar hampir di seluruh penjuru kota. Relawan juga bergerak masif ke segala arah. Namun dia tetap legowo setelah partainya, Nasdem lebih memilih sosok nonkader di Pilwali Surabaya 2020.

Ya, satu per satu kader Nasdem — Parpol besutan Surya Paloh — yang potensial maju di hajatan demokrasi lima tahunan tersebut, menyatakan berlapang dada dengan keputusan partainya menyodorkan nama Presiden Persebaya, Azrul Ananda untuk mendampingi Machfud Arifin.

Setelah Vinsensius Awey, kini giliran Maria. Saat penjaringan Nasdem, Maria sempat mendaftar bakal calon wali kota (Bacawali). Namun dia memutuskan tak mengembalikan formulir, karena melihat ada kader lain yang lebih potensial untuk posisi tersebut.

Nah, pasca Nasdem merekomendasi Machfud untuk Bacawali, Maria menyatakan kesiapannya jika diusulkan sebagai bakal calon wakil wali kota mendampingi mantan Kapolda Jatim tersebut. Sejak itu, upaya meningkatkan elektabilitas gencar dilakukan.

Terlebih dia berpikir, Surabaya masih membutuhkan sentuhan perempuan pasca Tri Rismaharini alias Risma. “Bu Risma memang sudah merakyat banget, sudah benar-benar warga Surabaya ini icon-nya ya Bu Risma,” katanya, Kamis (30/7/2020).

“Makanya saya ingin ikut di situ, saya siap. Mungkin saya bisa membantu nanti wali kota yang baru, kita bisa mengayomi karena kita ini satu keluarga Surabaya,” sambungnya.

Mengapa siap jika diusulkan mendampingi Machfud? “Karena saya ingin ada perbaikan Surabaya lebih maju lagi, juga untuk warganya. Termasuk masalah pendidikan, edukasi terutama. Edukasi yang baik pasti akan mendapatkan juga SDM yang baik,” paparnya.

Selain pendidikan juga masalah tanah, karena di Surabaya masih banyak yang terbengkalai. Apalagi pekerjaan Maria bersentuhan dengan bidang pertanahan dan kenotariatan.

“Jadi itulah kenapa saya siap untuk mendampingi wali kota yang baru nanti,” ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai notaris dan pejabat pembuatan akta tanah tersebut.

Meski akhirnya Nasdem lebih memilih Azrul yang notabene nonkader untuk mendampingi Machfud, Maria tetap menghormati keputusan partainya dan legowo.

“Itu sudah keputusan partai dan partai pasti sudah mempertimbangkan. Kita sebagai anggota dari Nasdem, saya sendiri legowo. Sudah diputuskan ya sudah final kan?” katanya.

Keputusan di Tangan Machfud

BANTU WARGA: Maria Lucia membantu warga RW VI Tambak Asri, Morokrembangan, korban kebakaran. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BANTU WARGA: Maria Lucia membantu warga RW VI Tambak Asri korban kebakaran. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Hanya saja, Maria mengingatkan kalau keputusan akhir tetap di tangan Machfud. “Entah dia memilih dari kader partai sendiri yang diajukan atau dari nonpartai, itu semua hak prerogatif Pak Machfud,” ujarnya.

“Dan kalaupun Pak Machfud membutuhkan saya, mau mengajak bekerja sama entah dalam bidang apa saya siap untuk itu, karena saya akan membantu untuk warga Surabaya,” tandasnya.

Artinya tidak harus di posisi calon wakil wali kota? “Semua Tuhan yang mengatur, kita harus percaya itu,” ucap Maria. Apalagi Azrul, lewat blog pribadinya, Happywednesday.id menegaskan tak akan maju.

“Ya, saya masih teguh dengan isi hati saya. Bahwa jabatan wakil wali kota –atau bahkan wali kota — bukanlah untuk saya,” tulis Azrul.

Memang, lanjut Maria, semua belum final karena Machfud belum menjatuhkan pilihan bakal calon wakilnya. “Kesempatan untuk siapa pun pasti masih ada, belum dijatuhkan pilihan,” ucapnya.

Tapi sekali lagi, tandas Maria, dirinya menerima apapun keputusan partainya. “Memang kita harus legowo karena partai sudah memilih. Kita tak perlu bersitegang, yang penting kan untuk warga Surabaya,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya