Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Naik Borobudur Dibandrol Rp 750 Ribu, Reaksi DPD RI: Tarif Mahal Ganggu Ibadah Umat Budha

Berita Terkait

TARIF MAHAL: Candi Borobudur, wistawan harus membayar Rp 750 ribu per orang untuk naik area stupa. | Foto: Pinterest
TARIF MAHAL: Candi Borobudur, wistawan harus membayar Rp 750 ribu per orang untuk naik area stupa. | Foto: Pinterest
- Advertisement -

DOMPU, Barometerjatim.com – Mahalnya tarif untuk naik ke Candi Borobudur turut membuat Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti bereaksi. Menurutnya, umat Budha yang akan melakukan ritual sangat dirugikan dengan kebijakan tersebut.

Sebab, untuk naik ke area stupa candi di Magelang, Jawa Tengah itu wisatawan harus membayar Rp 750 ribu per orang. Menurut LaNyalla, pemerintah harus lebih bijak sebelum mengambil keputusan terkait Candi Borobudur.

“Candi Borobudur sudah lebih dari sekadar destinasi wisata. Karena bagi saudara-saudara kita umat Budha, candi ini adalah tempat melaksanakan ibadah. Regulasi ini jelas akan mengganggu mereka,” kata saat Kunjungan ke Dompu, NTB, Selasa (7/6/2022).

Senator asal Jawa Timur itu mengaku sangat mendukung upaya untuk melestarikan candi bersejarah tersebut. “Hanya saja, menaikkan harga setinggi-tingginya jelas bukan solusi,” ujarnya.

Dengan regulasi ini, LaNyalla menilai peluang masyarakat bawah untuk menikmati candi menjadi tertutup.

“Artinya tidak semua orang bisa menikmatinya. Saya sangat menyayangkan hal itu, karena seharusnya candi ini bisa dinikmati  masyarakat luas,” katanya.

LaNyalla menambahkan, pembatasan jumlah wisatawan melalui kuota ditambah regulasi yang mengatur agar wisatawan tidak merusak candi jauh lebih penting.

“Pembatasan kuota 1.200 orang per hari bisa menjadi solusi terbaik. Jika kuota itu terpenuhi, berarti wisatawan lain bisa datang lagi hari berikutnya. Hal ini lebih memungkinkan apalagi jika didukung pendaftaran online,” ujarnya.

LaNyalla menjelaskan, regulasi kuota seperti yang diterapkan pada ibadah haji bisa menjadi solusi.

“Ada masa tunggu di situ berdasarkan pendaftaran wisatawan. Jadi wisatawan pun bisa mengatur waktu kapan harus berkunjung ke Borobudur,” katanya.

Setelah ramai diperbincangkan publik, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan sepakat menunda penerapan rencana kenaikan harga tiket naik ke area stupa Borobudur.

“Kami postpone dulu. Tadi Pak Menteri (Luhut) sudah menyampaikan: Pak Gub itu kita postpone dulu, biar tidak terjadi cerita yang ke mana-mana,” kata Ganjar usai bertemu Luhut di Rumah Dinas Gubernur Jateng, Semarang.

» Baca berita terkait Borobudur. Baca juga tulisan terukur lainnya Friyanto.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -