Muslimat NU Sasar Keluarga Sekasur, Sedapur dan Sesumur

HALAL BI HALAL MUSLIMAT NU: Emil Dardak berpidato di cara halal bi halal Muslimat NU Kabupaten Kediri, Kamis (21/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
HALAL BI HALAL MUSLIMAT NU: Cawagub Emil Dardak berpidato di cara halal bi halal Muslimat NU Kabupaten Kediri, Kamis (21/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

KEDIRI, Barometerjatim.com – Di sisa waktu seminggu menuju coblosan Pilgub Jatim 2018, 27 Juni mendatang, jaringan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) terus gerilya untuk memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.

Mereka bergerak secara masif. Melakukan penyapaan di masyarakat, terutama keluarga, baik secara formal maupun informal. Maklum, pergerakan ibu-ibu lebih leluasa, mulai di pasar, saat bertetangga hingga di majelis taklim.

“Kita sasar keluarga sekasur, sadapur dan sesumur dan insyallah Khofifah-Emil menang!” kata Ketua PC Muslimat Kabupaten Kediri, Hj Mudawamah dalam acara halal bi halal yang dihadiri ribuan jamaah di Graha Muslimat NU, Kecamatan Ngasem, Kamis (21/6).

• Baca: 27 Juni, Guru PAUD Muslimat NU se-Blitar Coblos Khofifah-Emil

Acara kian meriah dengan kehadiran Emil Dardak. Begitu tiba di lokasi, suami Arumi Bachsin itu langsung disambut alunan shalawat badar. Shalawat ini diciptakan Kiai Ali Manshur untuk membangkitkan semangat umat Islam Indonesia kala menghadapi fitnah Partai Komunis Indonesia (PKI) di 1960-an.

Alunan shalawat badar seakan membakar semangat ibu-ibu Muslimat NU dalam memenangkan Khofifah-Emil. Apalagi sudah dua kali ketua umumnya ‘dikalahkan’ di pentas Pilgub Jatim, dan belakangan juga terus-terusan dihantam kampanye hitam.

Sementara Emil mengaku takjub atas kekompakan dan keikhlasan ribuan ibu-ibu Muslimat NU dalam memperjuangkan ketua umumnya di Pilgub Jatim. Terlebih tak sedikit yang urunan untuk menyewa truk maupun angkot demi menghadiri acara jamiyahnya.

• Cara: Survei CSIS: Puti ‘Sosok Impor’, Perempuan Jatim Pilih Khofifah

“Mereka percaya bahwa demokrasi juga akan berkualitas jika memilih dengan hati nurani. Mereka tahu bahwa Bu Khofifah berintegritas, inovatif, cerdas dan Muslimat NU berharap ketua umumnya bisa memimpin Jatim,” katanya.

Emil menambahkan, “Shalawat badar tadi semakin menaikkan semangat kita dalam berikhtiar yang baik untuk Jawa Timur di masa depan,” pungkas pendiri PCI Nahdlatul Ulama (NU) Jepang tersebut.