Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Muncul Baliho Airlangga-Khofifah, Gus Hans: Memang Khofifah Lebih Baik di Jakarta

Berita Terkait

JAJAKI DUET DI PILPRES 2024?: Baliho bergambar duet Airlangga-Khofifah di sejumlah titik di Jawa Timur. | Foto: IST
JAJAKI DUET DI PILPRES 2024?: Baliho bergambar duet Airlangga-Khofifah di sejumlah titik di Jawa Timur. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Baliho bergambar duet Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bermunculan di beberapa daerah di Jatim, termasuk di Gresik dan Surabaya.

Sejumlah pihak menduga, muculnya baliho tersebut tak lepas dari ikhtiar untuk kepentingan Pilpres 2024. Terlebih dalam baliho dibubuhi tulisan “Doa Kami” dan “Kader Golkar Jawa Timur”.

Dimintai tanggapan soal munculnya baliho tersebut, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans berpendapat Airlangga-Khofifah merupakan kombinasi yang cocok dan memang sebaiknya Khofifah membangun agenda politiknya di Jakarta.

“Saya kira cocok ya, dan memang Khofifah lebih baik di Jakarta sesuai agenda politiknya. Kalau ndak salah Yai Asep (Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim) juga punya semangat yang sama,” ujarnya, Jumat (28/1/2021).

Bagaimana dengan Airlangga?“Kalau Pak Airlangga memang selama ini kerjanya efektif dan tidak banyak bicara. Bagus juga untuk Indonesia ke depan,” tandasnya.

Hanya saja Gus Hans mengingatkan kalau peta politik masih dinamis, “Dan saya menduga masih banyak kejutan-kejutan yang akan terjadi di last minute,” ucap kiai muda pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu.

Sekadar tahu, Kiai Asep merupakan salah satu sosok penting saat Khofifah yang berduet dengan Emil Elestianto Dardak memenangi Pilgub Jatim 2018.

Namun setelah Khofifah memimpin Jatim, Kiai Asep tak ingin perempuan yang juga ketua umum empat periode Muslimat NU itu kembali maju untuk periode kedua. Sebaiknya, memintanya berkontestasi di Pilpres 2024.

Bahkan, keinginan putra muassis NU, KH Abdul Chalim Leuwimunding itu sudah disampaikannya saat Khofifah belum genap setahun menjabat gubernur Jatim.

“Sacara pribadi, saya ingin Bu Khofifah tidak menjadi gubernur pada periode kedua, tapi maju Capres dan menjadi presiden,” tegasnya saat diwawancarai Barometerjatim.com di kediamannya Siwalankerto Surabaya, Jumat (28/2/2020).

Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) yang juga Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin berpendapat, jika Airlangga-Khofifah berpasangan di Pilpres 2024, bisa menjadi kombinasi yang baik bahkan kekuatan raksasa.

“Airlangga peracik ekonomi Indonesia hingga ekonomi Indonesia stabil, ketum partai besar dan berpengalaman,” ujarnya.

Sedangkan Khofifah, menurut Ujang, merupakan gubernur dengan wilayah pemilih terbesar kedua di Indonesia, sangat signifikan memengaruhi suara pemilih di Pilpres. Selain itu, Khofifah pernah menjadi menteri.

» Baca berita terkait Pilpres 2024. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -