Mulai 2019, Khofifah Pastikan SMA/SMK di Jatim Gratis

PENYERAHAN GUNUNGAN: Khofifah menyerahkan gunungan wayang kepada Ki Dalang Slamet Plendik di halaman Gedung Astra Nawa, Sabtu (18/8) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
PENYERAHAN GUNUNGAN: Khofifah menyerahkan gunungan wayang kepada Ki Dalang Slamet Plendik di halaman Gedung Astra Nawa, Sabtu (18/8) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ratusan orang, terutama ibu-ibu, tak kuasa menahan suka citanya. Bahkan mereka memberi aplaus panjang saat Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa kembali memastikan mulai 2019 pendidikan untuk SMA/SMK di seluruh Jatim gratis.

“Salah satu janji saya saat kampanye adalah Tistas, pendidikan gratis dan berkualitas,” kata Khofifah saat menghadiri pergelaran wayang kulit semalam suntuk bersama Ki Dalang Slamet Plendik di halaman Gedung Astra Nawa, Surabaya, Sabtu (18/8) malam.

Insyaallah sudah selesai masuk anggaran. Tahun 2019, SMA/SMK yang menjadi tugas Pemprov Jatim sudah bisa gratis, baik yang negeri maupun swasta,” tandasnya.

• Baca: Pacu Kesejahteraan, Khofifah Siapkan Strategi “Double C”

Kepastian ini, tambah Khofifah, paling tidak membuat ibu-ibu yang memiliki putra-putri di bangku SMA/SMK mulai ayem karena tahun depan sudah gratis. “Sementara SMP menjadi tugas Pemkot dan Pemkab,” ujarnya.

Tontonan wayang kulit ini digelar pengurus RW 03 Kelurahan Menanggal, Surabaya bersama Pengurus Besar Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PB PPKN) untuk memperingati HUT ke-73 RI, sekaligus menyambut Khofifah-Emil sebagai gubernur-wakil gubernur Jatim periode 2019-2024.

• Baca: Ini Dia Program Pendidikan Andalan Khofifah-Emil: “Tis-Tas”

Acara turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan Ormas serta kiai. Di antaranya Ketua Dewan Penasihat PB PPKN, Choirul Anam (Cak Anam), KH Masjkur Hasjim serta Ketua Ikatan Alumni (Ika) GP Ansor Jatim, Muslih HS.

Sedangkan lakon yang dipilih warga yakni “Srikandi Winisuda Ratu” alias Srikandi diwisuda menjadi ratu dengan dalang Ki Dalang Slamet Plendik asal Trenggalek. Lakon ini menyimbolkan akhirnya Khofifah dilantik sebagai gubernur Jatim setelah memenangi Pilgub Jatim 2018, 27 Juni lalu.

Jatim Guyub Rukun

GUYUB RUKUN DI JAWA TIMUR: Khofifah, kearifat lokal lewat wayang kulit menjadi penguatan guyub rukun hidup di Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
GUYUB RUKUN HIDUP DI JAWA TIMUR: Khofifah, kearifan lokal lewat wayang kulit menjadi penguatan guyub rukun hidup di Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Menurut Khofifah, peringatan HUT RI lewat pergelaran wayang kulit ini adalah ajakan untuk mengenang kembali tekad para pendiri bangsa dalam membangun dan memproklamirkan kemerdekaan RI, 73 tahun yang lalu.

Terlebih budaya wayang kulit sangat lekat dengan berbagai kearifan lokal. Maka mereka yang akan bersama-sama dalam wayangan semalam suntuk ini, diharapkan tersirami hatinya, pikirannya, bahwa ada kearifan lokal yang dimiliki Indonesia.

• Baca: Ulama Tapal Kuda: Khofifah Solusi Pendidikan Pro Pesantren

“Mudah-mudahan siraman hati, pikiran dan kearifan itu akan menjadi bagian dari penguatan guyub rukun kita hidup di Jatim, hidup di Indonesia,” tandas Khofifah yang juga ketua umum PP Muslimat NU.