MUI Jatim Dapat Rp 3 Miliar dari Pemprov, Dipakai Apa Saja?

BANTUAN RP 3 M: KH Mutawakkil Alallah, MUI Jatim dibantu Pemprov Jatim anggaran Rp 3 Miliar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BANTUAN RP 3 M: KH Mutawakkil Alallah, MUI Jatim dibantu Pemprov Jatim anggaran Rp 3 Miliar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa lantaran Pemprov Jatim telah memberikan dukungan anggaran sebesar Rp 3 miliar.

“Saya mewakili seluruh jajaran ketua MUI Jatim, menyampaikan terima kasih banyak atas dukungan dan bantuan ibu yang diberikan berupa dukungan anggaran,” katanya saat pembukaan Evaluasi Program Kerja 2021 dan Pembahasan Rencana Kerja 2022 MUI Jatim di Hotel Wyndham Surabaya, Sabtu (23/10/2021).

Lantas, dipakai untuk apa saja anggaran tersebut? Menurut Kiai Mutawakkil, sebagian besar digunakan untuk merenovasi kantor. Renovasi ini sangat penting untuk menunjang kerja dan pencapaian kinerja, baik di jajaran pimpinan, komisi, lembaga, maupun badan.

Alhamdulillah. sekarang MUI sudah punya ruangan kantor untuk komisi, lembaga, dan badan. Walaupun tidak semuanya, baru 11, kita punya 21 perangkat. Termasuk LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika) tidak menempati yang baru ini,” katanya.

Kiai Mutawakkil kemudian merinci penggunaan anggaran Rp 3 miliar tersebut. Yakni Rp 1 miliar untuk pembangunan kantor, namun setelah selesai masih membutuhkan dukungan sarana dan ada penambahan Rp 200 juta sehingga total menjadi Rp 1,2 miliar.

Lalu Rp 1 miliar lainnya untuk operasional mulai dari pengukuhan, ta’aruf, Musda yang melibatkan dewan pimpinan dan cabang MUI sekalian buka puasa bersama, serta berbagai kegiatan lainnya.

“Intinya Rp 3 miliar dikurangi Rp 2,2 miliar ini, komplet pembukuannya. Ada stempel, kuitansi, kop toko, sehingga sisanya sekarang tinggal Rp 800 juta dan hari ini sudah dikurangi Rp 185 juta. Enggak apa-apa terbuka saja, apa adanya, wong bukan uang saya juga,” katanya.

Dari sisa anggaran yang ada, lanjut Kiai Mutawakkil, akan dipakai untuk membeli mobil baru berupa Toyota Innova 2021 seharga sekitar Rp 392 juta. Ini karena tiga unit alat transportasi yang ada kurang layak pakai.

Namun kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo itu berharap ada tambahan bantuan anggaran dari Pemprov, agar LPPOM maupun perangkat lain bisa menempati ruangan baru yang lebih representatif.

“Pantaslah kalau Pemprov itu memberi dukungan anggaran untuk MUI, karena MUI ini shodiqul hukumah (mitra pemerintah) khadimul ummah (pelayan umat),” jelas mantan ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim tersebut.

“Dan perlu dicatat, Jatim ini menjadi barometer stabilitas keamanan nasional. Kalau Jatim ribut, maka Jawa-Jawa yang lain makmuman lillahi ta’ala. Karena kiai-kiainya numpuk di Jatim, guru-gurunya banyak di Jatim,” tandasnya.

Penjaga Marwah Agama

TERIMA KASIH MUI: Hudiono, MUI Jatim luar biasa dalam mendukung program-program Pemprov. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TERIMA KASIH MUI: Hudiono, MUI Jatim luar biasa dalam mendukung program-program Pemprov. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Kiai Mutawakkil menambahkan, sampai saat ini tidak ada keributan berarti di Jatim, karena antara ulama dan umara, termasuk TNI-Polri dan masyarakat sangat harmoni dalam membangun silaturahmi.

“Ada apa-apa tiga ini berembuk, sehingga kalau toh ada kerusuhan, kekacauan, bentrok, bisa dikanalisasi kalau di Jatim. Kenapa? Karena, jujur, masyarakat di Jatim kepatuhan dan ketaatannya kepada kiai itu sangat kental,” ucapnya.

Karena itu, sudah selayaknya Pemprov memberi tambahan dukungan anggaran untuk MUI Jatim yang merupakan penjaga marwah agama dan penjaga dari segala sesuatu yang berusaha merongrong agama, termasuk transnasional dan pemahaman yang mengancam NKRI.

Mendapat laporan dan sambatan dari Kiai Mutawakkil, Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Jatim, Hudiono yang mewakili Gubernur Khofifah menyatakan segera menyampaikannya.

“Sesuai amanah kiai, jadi saya catat, teruskan ke gubernur. Insyaallah kiai, ini amanah kiai. Apalagi ada saksinya (Dewan Pertimbangan MUI Jatim, Prof M Nuh),” kata Hudiono yang juga kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim.

Khofifah, melalui Hudiyono, juga mengucapkan terima kasih atas dukungan MUI Jatim sehingga seluruh kegiatan Jatim Berkah berjalan sukses, bersinergi dengan para kiai. Seperti beasiswa untuk ustadz dan pembangunan 468 masjid di Jatim.

“Dan apa yang menjadi arahan kiai segera kita percepat. Karena MUI ini luar biasa untuk mendukung program-program pemerintah, insyaallah kami percepat. Tapi tetap keputusan ada di gubernur sama Pak Sekda, kami hanya mencatat dan melaporkan,” katanya.

» Baca Berita Terkait MUI Jatim