Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Muhibah Budaya Jalur Rempah, Emil Dardak: Ikhtiar Menuju Indonesia Poros Maritim Dunia

Berita Terkait

JALUR REMPAH: Inilah enam titik yang disusuri dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. | Foto: Kemendikbudristek
JALUR REMPAH: Inilah enam titik yang disusuri dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. | Foto: Kemendikbudristek
- Advertisement -

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menutu Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 di di Sabda Krida Tama Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Sabtu (2/7/2022) malam.

Muhibah Budaya Jalur Rempah merupakan program yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang digelar selama sebulan, mulai 1 Juni dan berakhir 2 Juli 2022.

Rombongan Laskar Rempah berlayar dengan KRI Dewaruci bersama TNI AL mengarungi lintas samudera menyusuri enam titik Jalur Rempah, yakni Surabaya, Makassar, Baubau-Buton, Ternate-Tidore, Banda, dan Kupang. Jalur tersebut sedang diusulkan Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Emil, dalam sambutannya menuturkan, Muhibah Budaya Jalur Rempah merupakan bagian dari ikhtiar menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kegiatan seperti ini harus terus digelorakan untuk membangun generasi berorientasi pada kemaritiman.

“Kegiatan seperti ini harus terus digelorakan karena cita-cita kita adalah jadi poros maritim dunia, tapi anak-anak kita tidak terbiasa berlayar. Maka harus kita tanamkan nilai kemaritiman dan kebaharian ini, dimulainya dari bepergian lewat jalur laut,” ujarnya.

Emil juga mengatakan, penutupan kali ini bisa jadi saksi sejarah. Mengingat Kemendikbudristek sedang mengusahakan Jalur Rempah Indonesia dapat menjadi intangible cultural heritage yang diakui dunia.

“Ini adalah satu momen yang luar biasa oleh bangsa kita untuk memperjuangkan Jalur Rempah ini. Insyaallah malam hari ini, di tempat ini, di rumah rakyat ini, nanti akan menjadi saksi sejarah yang mudah-mudahan bisa menjadi kebanggaan bangsa,” ucapnya.

Mantan Bupati Trenggalek itu menambahkan, memperjuangkan Jalur Rempah ini menjadi penting sebab secara historis merupakan perebutan negara kolonialis dunia.

Mengutip pernyataan Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, Muhammad Adlin Sila, bahwa Jalur Rempah bahkan lebih tua dari Jalur Sutra yang diklaim China.

“Belt and Road diinisiasi China untuk mendorong kejayaan Jalur Sutra. Melihat itu, G7 atau pemimpin pemimpin negara-negara maju dengan mengumpulkan dana untuk membangun jalur alternatifnya. Ternyata ada yang lebih tua dari itu, yang alhamdulillah napak tilasnya sudah dijejaki pemuda-pemudi terbaik kita,” imbuhnya.

Potensi Rempah di Mojokerto

Sementara itu Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Mojokerto untuk kedua kali sebagai bagian dari Muhibah Budaya Jalur Rempah.

Dia mengatakan, animo masyarakat Kota Mojokerto akan Muhibah Budaya Jalur Rempah bukan tanpa sebab, mengingat Bumi Mojopahit juga terhubung dengan Jalur Rempah Nusantara.

“Mojokerto ini dialiri tujuh sungai besar, salah satunya adalah Sungai Berantas. Berdasarkan literasi sejarah, ada dermaga di sana yang berarti Mojokerto juga berada di Jalur Rempah yang terhubung dengan jalur budaya lainnya,” ujarnya.

Dari tapak sejarah itu, lanjut Ika, dapat dilihat dari banyaknya pula potensi rempah di Mojokerto. Potensi tersebut kemudian telah banyak dikembangkan dalam makanan, minuman, ataupun batik, yang merupakan peluang bagi UMKM.

» Baca berita terkait Budaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -