Mudik Lebaran, 87 Nyawa Melayang di Jalanan

Ilustrasi (Ist)

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mudik lebaran seharusnya menjadi momen yang ditunggu nan mengasyikkan setiap tahun. Sayangnya, tahun ini angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik di Jatim masih tinggi.

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mencatat, 498 kasus kecelakaan terjadi di Jatim hingga hari kesembilan Operasi Ramadniya. Dari kejadian itu 87 orang meninggal dunia, 52 korban luka berat dan 726 luka ringan dengan total kerugian materi Rp 607,6 juta.

Angka kecelakaan tersebut meningkat dibandingkan pada momen mudik 2016. Hingga hari kesembilan operasi, saat itu terjadi 491 kecelakaan dengan korban meninggal 57 orang, luka berat 69 orang dan luka ringan. Adapun kerugian materi Rp 541,275 juta.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, kecelakaan terbanyak masih terjadi di jalur Pantura, seperti sepanjang jalan arteri Tuban, Pasuruan dan Probolinggo.

• Baca: Enam Pemudik Tewas dalam Kecelakaan di Probolinggo

Sementara korban kecelakaan masih didominasi usia produktif, 20-30 tahun dengan faktor utama human error atau kelalaian pengendara. “Seperti kasus kecelakaan di Probolinggo yang menewaskan enam penumpang. Berdasarkan olah TKP, diduga karena kelelahan dan kelalaian pengemudi,” ujar Barung, pekan lalu.

Menekan angka kecelakaan pada arus balik, kata Barung, Polda Jatim tetap menyiagakan personel kepolisian di 227 pos pengamanan yang tersebar di jalur Pantura, tengah, maupun selatan wilayah Jatim. “Personel tidak akan kami tarik hingga Operasi Ramadniya selesai,” ucapnya.

Dia berharap pengendara selalu menaati rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. “Pengendara diharapkan memacu kendaraannya seefisien mungkin tapi tetap menjaga keselamatan. Karena dari hasil analisa, 98 persen kecelakaan karena human error,” tandasnya.