Muassis NU-Pendiri Koes Plus Jadi Nama Jalan Lingkar Tuban

RING ROAD TUBAN: Muassis NU dan pendiri Koes Plus diabadikan jadi nama jalan di Jalan Lingkar Tuban. | Foto: IST
RING ROAD TUBAN: Muassis NU dan pendiri Koes Plus diabadikan jadi nama jalan di Jalan Lingkar Tuban. | Foto: IST

TUBAN, Barometerjatim.com – Beginilah cara Pemkab Tuban menghargai orang-orang yang telah berjasa besar. Muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah serta pendiri grup musik legendaris Koes Plus, Tonny Koeswoyo diabadikan menjadi nama jalan di Jalan Lingar Tuban (JLT).

“Dengan mengucapkan bismillah, Jalan KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, dan Jalan Tonny Koeswoyo kita resmikan,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat peresmian JLT, Sabtu (20/3/2021).

Seperti diketahui, Tonny Koeswoyo yang kelahiran Tuban memberi kontribusi besar pada musik Tanah Air. Pediri grup musim Koes Plus yang sebelumnya bernama Koes Bersaudara itu, meninggal di Jakarta pada 27 Maret 1987 di usia 51 tahun.

Selama bermusik, berbagai penghargaan juga diterima musisi kelas dunia tersebut, di antaranya penghargaan Satyalancana (1959) dan Anugerah Hadiah Seni (1976) dari pemerintah RI. Sedangkan Kiai Hasyim dan Kiai Wahab, selain pendiri NU juga Pahlawan Nasional.

Nama Tonny Koeswoyo diabadikan sebagai nama jalan di pertigaan perumahan Tuban Akbar ke selatan, turun ke jalan Letda Sutjipto.

Lalu Jalan KH Hasyim Asy’ari di JLT berada di perempatan Desa Penambangan, Kecamatan Semanding hingga perempatan Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak.

Sedangkan nama Jalan KH Abdul Wahab Hasbullah, dimilai dari pintu masuk pertigaan Kepet Desa Tunah hingga Perempatan Desa Penambangan, Kecamatan Semanding.

JLT, total menelan anggaran hampir Rp  300 miliar yang digunakan mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan fisiknya. Lahan yang telah dibebaskan Pemkab Tuban seluas 372.769,25 m2 dengan dana APBD 2014-2019 mencapai Rp  152,392 miliar.

Tahap pertama pembangunan JLT yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 80 Tahun 2019, dimulai pada 2019 dengan panjang 5.770 meter dan menelan APBD Rp 70 miliar. Lalu pembangunan tahap kedua pada 2020 dengan panjang 6.680 meter dengan APBD Rp 78,13 miliar.

» Baca Berita Terkait Tuban