Miris! Dalam 190 Hari, 74 Nakes di Jatim Gugur akibat Covid-19

BENTENG TERAKHIR: Tenaga kesehatan (nakes), benteng terakhir upaya penanggulangan Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BENTENG TERAKHIR: Tenaga kesehatan (nakes), benteng terakhir upaya penanggulangan Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Selain lonjakan kasus positif yang hingga kini sulit dibendung, angka kematian tenaga kesehatan (nakes) akibat Covid-19 di Jawa Timur juga bikin kiris. Bayangkan, dalam kurun Januari hingga 9 Juli atau 190 hari, sebanyak 74 nakes gugur.

Angka tersebut berdasarkan data Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim. Rinciannya, pada Januari sebanyak 25 nakes gugur, Februari (12), Maret (4), April (1), Mei (0), Juni (10), dan Juli (22).

Sementara sejak pandemi pada 2020 hingga Juli 2021, total nakes terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.057 dengan angka kematian keseluruhan mencapai 140 nakes. Padahal, total nakes gugur secara nasional sebanyak 370.

“Dari 370 tenaga keperawatan yang gugur 140-nya dari Jatim. Jadi kalau kita lihat Jatim ini peningkatannya luar biasa,” terang Ketua DPW PPNI Jatim, Dr A.V Sri Suhardiningsih saat webinar LaporCovid, Jumat (9/7/2021).

“Demikian pula yang terkonfirmasi saat ini 4.057, tetapi yang saat ini masih positif itu di Jatim 367 dan meninggal 140,” tandasnya.

Menurut Sari, angka ini cukup tinggi untuk skala nasional. Karena itu, PPNI Jatim berharap agar pemerintah lebih peduli dengan nakes karena mereka benteng terakhir penanggulangan Covid-19.

Termasuk memberikan perlindungan, insentif, hingga vaksinasi ke-3 (booster). Selain itu, PPNI Jatim minta pemerintah memaksimalkan vaksinasi satu juta perhari, penanganan hulu ke hilir secara komprehensif, serta PPKM Darurat yang komprehensif.

Apalagi, lanjut Sri, seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 fasilitas kesehatan kolaps, semakin banyak nakes yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

Tercatat, nakes yang gugur sepanjang Januari hingga 9 Juli 2021 mencapai 1.207 orang. Meliputi dokter (458), perawat (373), bidan (208), dokter gigi (46), petugas ambulans (3), apoteker (10) dan ahli teknologi laboratorium medik/ATLM (32).

Sedangkan data dari berbagai organisasi profesi yang dihimpun melalui Pusara Digital LaporCovid-19 pada Jumat (9/7/2021), setidaknya 40 nakes gugur akibat Covid-19 hanya dalam waktu enam hari, 1-6 Juli 2021.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr dr Adib Khumaidi SpOT menambahkan, angka nakes yang dirawat saat ini lebih tinggi dibandingkan pada Desember hingga Januari kemarin, terutama di Jatim.

“Pertama yang dirawat di Surabaya termasuk jumlah paling besar. Laporan yang disampaikan IDI Surabaya ada 124 dokter yang sakit. Dalam proses perawatan ada yang sempat kritis, memakai alat ada 2, yang 1 survive, kemudian yang 2 meninggal,” jelas Adib.

MELONJAK DI JATIM: Angka kematian tenaga kesehatan akibat Covid-19 di Jatim cukup tinggi. | Foto: Barometerjatim.com/IST
MELONJAK DI JATIM: Angka kematian tenaga kesehatan akibat Covid-19 di Jatim cukup tinggi. | Foto: Barometerjatim.com/IST

» Baca Berita Terkait Tenaga Kesehatan