Meriah! Haji Masnuh Gelar Ultah Perusahaan Bareng Maulidan

MAULIDAN: Haji Masnuh (dua dari kanan) saat Maulidan dan Ultah perusahaan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MAULIDAN: Haji Masnuh (dua dari kanan) saat Maulidan dan Ultah perusahaan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Sekitar 700 orang undangan memadati halaman kantor PT Masrur & Son, perusahaan milik tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jatim, Haji Masnuh di Jalan Kolonel Sugiono No 1 Waru, Sidoarjo, Ngingas, Sabtu (16/11/2019).

Para undangan datang untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw (Mualidan), sekaligus merayakan ulang tahun (Ultah) perusahaan yang bergerak di bidang industri besi dan konstruksi baja tersebut.

Hadir pula sejumlah tokoh agama dan masyarakat, termasuk tokoh muda NU yang juga pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans.

Acara berlangsung meriah dan khusyuk. Dimulai dengan istighotsah yang dipimpin Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo, KH Rofiq Siroj dan dipungkasi dengan ceramah agama dari da’iyah asal Wonocolo Surabaya, Ainur Rohmah.

“Ini acara rutin setiap tahun. Sambil Ultah perusahaan, sekaligus mengadakan Maulidan karena perusahaan ini dulu saya mulai pas bulan Maulid (Rabiul Awal),” kata Masnuh.

Acara ini, lanjut Masnuh, selain tasyakuran dan Maulidan juga untuk menghidupkan tradisi silaturahim umat Islam, khususnya warga NU. Tak hanya di sekitar Waru, tapi juga wilayah lain di Sidoarjo dan Surabaya.

MERIAH DAN KHUSYUK: 700 orang memadani Maulidan dan Ultah perusahaan Haji Masnuh. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MERIAH DAN KHUSYUK: 700-an orang memadani Maulidan dan Ultah perusahaan Haji Masnuh. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

“Selain Waru ada yang dari Krian, Krembung, Candi dan sebagainya. Lalu yang Surabaya ada yang dari Rungkut, Pandugo dan sebagainya. Undangan kurang lebih 700 orang,” jelas Masnuh.

Lewat silaturahim ini pula, Masnuh berharap perusahaannya bermanfaat untuk semua orang. “Mudah-mudahan berkah, dan setiap tahun bisa mengadakan acara seperti ini,” kata Masnuh.

“Mudah-mudahan mendapat ridha Allah, dan diberi rezeki min haitsu la yahtasib (dari arah yang tidak disangka-sangka),” sambung orang dekat Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.

Nur Nabi Muhammad

SILATURAHIM: KH Rofiq Siroj (kiri) dan Haji Masnuh, jaga silaturahim lewat acara Maulid Nabi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SILATURAHIM: KH Rofiq Siroj (kiri) dan Haji Masnuh, jaga silaturahim lewat acara Maulid Nabi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara itu Kiai Rofiq dalam pesan Maulid menyampaikan, bahwa “nur” (cahaya) Nabi Muhammad Saw adalah nomor satu dibanding nabi dan rasul lainnya, walaupun lahir paling akhir.

“Dunia ini tidak akan wujud kalau Nabi Muhammad tidak dilahirkan,” katanya sembari mengutip hadits qudsi.

Karena itu, merupakan kewajiban umat Islam untuk merayakan hari kelahirannya, bukan hari wafatnya. Sebab, Muhammad bisa mengubah zaman dari gelap gulita menjadi terang benderang.

“Itu yang menjadi alasan mengapa hari lahirnya yang diperingati. Kalau kiai hari wafatnya (haul), karena melanjutkan nabi. Di situ bedanya,” jelas Kiai Rofiq.

» Baca Berita Terkait Haji Masnuh