Menuju Level BUMN Tanpa Kucuran Dana dari Pemprov

BISNIS MENJANJIKAN: Pembangunan apartemen The Frontage yang sempat dipermasalhkan Komisi C DPRD Jatim akhirnya diambilalih untuk dikembangkan sendiri oleh PT PWU. | Foto: Ist

Mengejar revenue lewat proyek besar bukan pekerjaan gampang. Namun Basanto Yudoyoko memiliki strategi jitu untuk meraihnya. Termasuk membawa PT PWU yang berstatus BUMD setara dengan BUMN tanpa kucuran anggaran dari Pemprov Jatim.

GAYA blak-blakan Basanto Yudoyoko memang dibutuhkan dalam memimpin PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim. Terlebih status perusahaan ini BUMD Pemprov Jatim yang setiap langkahnya harus diketahui publik, termasuk dalam strategi bisnis.

Untuk mendapatkan revenue lewat proyek besar demi target PAD Rp 15 miliar, Basanto menyebut dalam waktu dekat PT PWU akan membangun gedung pertemuan berkapasitas besar, terlengkap dan modern, bahkan terbesar di Jawa Timur melebihi Jatim Expo yang juga milik Pemprov Jatim.

“Lahan untuk membangun gedung ini sudah disiapkan di daerah Ngagel, Surabaya. Sedangkan pembangunan hall akan bekerjasama dengan investor,” katanya.

Tak hanya pembangunan gedung pertemuan, bisnis properti lainnya juga tengah dikembangkan, di antaranya melanjutkan pembangunan The Frontage di Jl A Yani, Surabaya. Apartemen yang sempat dipermasalahkan Komisi C DPRD Jatim karena pengelolaanya diserahkan ke pihak swasta itu, akhirnya diambilalih untuk dikembangkan sendiri oleh PT PWU.

• Baca: Target PAD Rp 15 Miliar, Kejar Revenue Lewat Proyek Besar

Selain itu, pihaknya juga akan membangun pertokoan khusus spare part. Pertokoan di Jl Pengenal, Surabaya tersebut akan dibangun empat lantai dan disewakan untuk jangka panjang.

“Semua itu bisnis menjanjikan. Dulu The Frontage membutuhkan investasi Rp 1,3 triliun sekarang mungkin Rp 1,7 triliun,” ungkapnya. “Selain itu peningkatan fasilitas Jatim Expo juga menjadi program jangka pendek.”

Langkah jangka pendek lainnya, tambah Basanto, yakni pengembangan kawasan industri yang saat ini disiapkan di sekitar Gresik. Selain itu akan dibangun pula hotel di Banyuwangi dan beberapa daerah lainnya.

“Kami sudah punya mall di Ponorogo, namanya PCC (Ponorogo City Centre) dan sudah jalan. Di lantai atas ada Hotel Amaris,” pamernya.

Properti dan Infrastruktur

PENGEMBANGAN BISNIS: Ponorogo City Centre (PCC), salah satu sektor bisnis PT PWU Jatim yang dikembangkan di Kabupaten Ponorogo. Pembangunan mall dan hotel juga tengah dikembangkan di wilayah lain di Jatim.| Foto: Ist

Selain program jangka pendek, Basanto juga akan melakukan pengembangan bisnis yang lebih besar lagi. Hal ini, katanya, sesuai pesan Gubernur Soekarwo yang berharap PT PWU tidak menjadi jago kandang atau hanya besar di Jatim.

“Minimal BUMD ini bisa setara dengan BUMN. Untuk menuju harapan ini, kami melakukan pengembangan usaha bidang properti dan infrastruktur,” ujarnya.

Binis besar ini akan menggunakan dana perbankan, mengajak founder serta investor untuk pengembangan. Sebab, tandasnya, tidak mungkin juga berharap dari anggaran pemerintah daerah dalam situasi ekonomi global seperti sekarang ini.

Dia mencontohkan proyek jalan tol di Krian-Legundi yang membutuhkan investasi Rp 12 triliun, sedangkan jaminan yang dimiliki jika ditotal hanya sekitar Rp 1 triliun.

• Baca: KPD, Mesin Pemprov Perkuat Perdagangan Antardaerah

“Nggak mungkin ini dijaminkan, jalan satu-satunya menggandeng partner untuk kerjasama. Misalnya dengan BUMN dan buktinya kerjasama ini terasa sejajar,” katanya.

“Ternyata BUMD ini tidak kalah. Saya pikir ke depan akan lebih mudah (meningkatkan setoran PAD) mengingat banyak proyek yang menjanjikan,” ucapnya.

Nah, untuk menjaga agar program perusahaan berkesinambungan, Basanto membuat perencanaan kerja hingga 25 tahun ke depan dengan realisasi program bertahap per lima tahun.

“Langkah ini diambil agar program yang telah direncanakan akan berjalan sesuai perencanaan, meskipun pemimpin perusahaannya ganti,” tuntasnya.