Menko PMK: Perlu Lebih Serius Penanganan Covid-19 di Jatim!

LEBIH SERIUS: Muhadjir Effendy, minta Jatim lebih serius tangani Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MINTA LEBIH SERIUS: Muhadjir Effendy, minta Jatim lebih serius tangani Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bukan lagi DKI Jakarta, tapi Jatim! Ya, provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu kini berubah menjadi episentrum baru penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Data Gugus Tugas Covid-19 pusat mencatat, Minggu (5/7/2020), Jatim bahkan kembali mencatat rekor dengan kasus baru tertinggi se-Indonesia, mencapai 552 atau total menjadi 14.013 kasus. Bandingkan dengan DKI Jakarta yang bertambah 257 kasus baru, Jateng (208), dan Jabar (106).

Sehari sebelumnya, Sabtu (4/7/2020), di Jatim juga terdapat lonjakan kasus baru sebanyak 413. Grafik tak bagus jelang empat hari menunju deadline dari Presiden Joko Widodo, yang meminta Covid-19 di Jatim agar terkendali dalam tempo dua minggu.

Karena itu, pemerintah pusat lewat Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta semua lini di Jatim agar lebih optimal lagi dalam menangani Covid-19.

“Perlu penanganan yang lebih serius kasus Covid-19 di Jatim. Kalau ditekan kasus di Jatim, maka secara nasional bisa ditekan secara signifikan,” kata Muhadjir dalam video conference bersama Khofifah dan 58 PTN-PTS se-Jatim dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Hadir pula dalam video conference tersebut Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, dan Ketua Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

“Perlu penanganan yang lebih serius kasus Covid-19 di Jatim. Kalau ditekan kasus di Jatim, maka secara nasional bisa ditekan secara signifikan,”

Menurut Muhadjir, penanganan COvid-19 di Jatim perlu pelibatan Peguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sebagai salah satu elemen kerjasama pentahelix.

Maka dirinya akan melakukan penguatan di salah satu elemen utama pentahelix tersebut, yakni menggandeng pihak perguruan tinggi dan akademisi.

“Mohon masukan dari PTN dan PTS se-Jatim untuk menangani Covid-19,” katanya, seraya menjelaskan pemerintah pusat akan terus berupaya memberikan dukungan, baik lewat gugus tugas maupun kementerian untuk Jatim.

Penguatan Sinergi Pentahelix

KERJA SAMA PENTAHELIX: Muhadjir Effendy, video teleconference bersama 58 PTN-PTS se-Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KERJA SAMA PENTAHELIX: Muhadjir Effendy, video teleconference bersama 58 PTN-PTS se-Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara Khofifah mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan Pemprov Jatim untuk mempercepat penanganan Covid-19. Salah satu upaya yakni menerapkan kerja sama pentahelix dengan berbagai elemen strategis di Jatim.

Menurutnya, PTN-PTS dan akademisi menjadi salah satu elemen pentahelix yang bisa diajak kerja sama untuk menangani virus mematikan tersebut.

“Koordinasi secara virtual ini akan menghasilkan signifikansi penanganan Covid-19 di Jatim,” kata mantan Menteri Sosial itu.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan penguatan kepada masyarakat Jatim, khususnya penguatan yang dilakukan Pak Menko PMK, Pak Menkes serta Kepala BNPB dengan membangun komitmen bersama 58 rektor PTN-PTS,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona