Mengular, Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Suami Khofifah

DUKUNGAN UNTUK KHOFIFAH: Jamaah laki-laki ramai-ramai mengangkat kipas bergambar Khofifah Indar Parawansa dalam haul di Jemursari, Surabaya, Minggu (14/1). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
DUKUNGAN UNTUK KHOFIFAH: Jamaah laki-laki ramai-ramai mengangkat kipas bergambar Khofifah Indar Parawansa dalam haul di Jemursari, Surabaya, Minggu (14/1). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jalan Jemursari VIII, Wonocolo, Surabaya, Kamis (14/1) pagi hingga sore hari berubah menjadi lautan manusia. 10 ribu lebih orang mengular sepanjang hampir 200 meter, berbondong-bondong datang dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk menghadiri haul Indar Parawansa dan almarhumin keluarga Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa.

Mereka terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Mulai warga NU dan Muslimat NU, Ikatan Wanita Sulsel (IWS), Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) hingga relawan dan Parpol pengusung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018. Tampak pula Emil Elestianto Dardak dan istrinya, Arumi Bachsin serta keluarga besar Khofifah dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Sejumlah kiai dan tokoh masyarakat juga hadir. Di antaranya Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid; Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim; Pengasuh Ponpes Mansyaul Huda Banyuwangi, KH Suyuti Toha; mantan Rektor IAIN (kini UINSA) Prof Ridwan Nasir; serta ulama dari Mesir Syekh Muhammad Al Barkawi.

• Baca: Kisah Empat Hari Sebelum Suami Khofifah Wafat

Semula, Sayyid Alawy bin Sayyid Abbas Al Alawy Al Maliki Al Hasany diagendakan hadir. Namun hari-hari ini para ulama di Makkah — terutama dari kalangan Sunni — dilarang keluar dari negara tersebut, apalagi menyampaikan mauidhoh khasanah. Jika dilanggar mereka akan didenda dalam jumlah besar dari pemerintahan setempat.

Khofifah yang didampingi keempat anaknya, Ima Patimasang, Jalaluddin Mannagali, Yusuf Mannagali dan Ali Mannagali menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran jamaah dari berbagai daerah di Jatim. “Kepada semuanya, para kiai, ibu nyai, para relawan serta Parpol pengusung saya dan Mas Emil di Pilgub Jatim 2018,” katanya.

“Terima kasih juga kepada para pejuang Muslimat NU. Mudah-mudahan ibu-ibu pejuang Muslimat NU Allah berikan umur yang panjang, rezeki yang luas, halalan thayyiban mubarokah. Allah jadikan Muslimat NU jamiyah yang memberikan manfaat dan selalu memberikan keberkahan dimanapun berada.”

DARI BERBAGAI DAERAH: Jamaah perempuan 'mengular' sepanjang 150 meter dalam haul suami Khofifah di Jemursari, Surabaya, Minggu (14/1). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DARI BERBAGAI DAERAH: Jamaah perempuan ‘mengular’ sepanjang 150 meter dalam haul suami Khofifah di Jemursari, Surabaya, Minggu (14/1). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Sementara Emil yang diberi kesempatan untuk menyapa jamaah mengaku terpukau melihat lautan manusia menghadiri haul suami Khofifah. “Ini luar biasa sekali. Tadi kami berjalan dan bisa bersalaman dari ujung sana. Belum semua disalami karena begitu banyak yang hadir,” katanya.

• Baca: Putra Kiai Alawi Sampang: Saatnya Khofifah Pimpin Jatim

Selain itu, Emil mengaku bangga melihat putra-putri Khofifah yang mandiri dalam berkarya. “Semoga mereka menjadi kebanggaan Bu Khofifah, dan menjadi inspirasi saya serta Mbak Arumi bagaimana mendidik anak menjadi saleh salihah,” papar mantan Ketua PCI Nahdlatul Ulama (NU) Jepang tersebut.

Khofifah menambahkan, dirinya dan Emil minta doa ikhriar terkait pencalonannya di Pilgub Jatim 2018. “Mudah-mudahan Allah meridhoi kami memimpin Jatim, memberikan kemenangan, kemenangan yang memberikan keberkahan bagi masyaraat Jatim,” katanya yang disambut aplaus puluhan ribu jamaah.