Mendagri Berang: Itu Sama dengan Tampar Wajah Saya

PENGHARGAAN JATIM: Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha kepada Guberjur Jatim, Soekarwo (tengah) saat peringatan Hari Jadi Ke-72 Provinsi Jatim, Kamis (12/10). | Foto: Ist
PENGHARGAAN JATIM: Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha kepada Gubernur Jatim, Soekarwo (tengah) saat peringatan Hari Jadi Ke-72 Provinsi Jatim, Kamis (12/10). | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Perusakan kantor Kementerian Dalam Negeri, Rabu (11/10), membuat Mendagri Tjahjo Kumolo berang. Dia sampai mengistilahkan perusakan dan kerusuhan tersebut sama dengan menampar wajahnya.

Dia menyesalkan peristiwa tersebut dan meminta aparat menindak tegas untuk selanjutnya diproses secara hukum yang berlaku.

“Kerusuhan itu sama dengan menampar wajah saya karena merusak kantor saya,” ujarnya kepada wartawan usai menjadi inspektur upacara Hari Jadi Ke-72 Provinsi Jawa Timur di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (12/10).

• Baca: Mendagri: Soekarwo Letakkan Dasar Provinsi Berdaya Saing

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan tersebut berharap peristiwa itu tidak berimbas pada yang lain, termasuk tindakan anarkis dengan melakukan perusakan.

“Saya minta diproses secara hukum. Ini juga salah alamat, apalagi keputusan MK final dan mengikat. Tapi soal ada kecurangan soal ada gugatan sudah diproses semua sesuai peraturan berlaku,” ujarnya.

Dia juga menyesalkan terjadinya pengerusakan karena sebelumnya para pendemo beberapa kali diterima Dirjen di Kemendagri.

• Baca: Pemkab Lamongan Raih Predikat Terbaik Nasional

“Terus terang ini saya sesalkan. Saya sudah terima mereka dua kali. Dirjen saya menerima terus, tapi tidak bisa karena bukan kewenangan Mendagri. Apalagi terhadap permintaan memberikan SK bagi yang kalah untuk membatalkan keputusan MK,” katanya.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta mengatakan pihaknya terus memburu pendemo yang bertindak rusuh dan telah mengamankan 15 pelaku.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap pelaku lainnya dan kasus ini pasti diusut sampai tuntas,” katanya.

• Baca: Perppu Ormas, DPR RI Minta Masukan Pemprov Jatim

Sebelumnya, kantor Kemendagri diserang sekelompok massa yang mengatasnamakan pendukung pasangan Cabup-Cawabup Tolikara, Papua,  John Tabo dan Barnabas Weya.

Awalnya, massa yang berjumlah puluhan orang itu menggelar unjuk rasa di Kantor Kemendagri sejak Rabu pagi menuntut Mendagri mengesahkan pasangan tersebut.

John Tabo dan Barnabas kalah suara dalam Pilkada Tolikara 2017 yang lantas mengajukan gugatan ke MK atas sengketa hasil Pilkada, namun tetap tidak menang.

Kendati demikian, para pendukungnya tetap mendesak Mendagri mengesahkan keduanya dengan melakukan aksi yang berakhir pada peristiwa perusakan kantor Kemendagri.