Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Menantu Pakde Karwo Angkat Kaki dari Partai Demokrat, Survei ARCI: Gak Ngaruh!

Berita Terkait

TAK NGARUH: Menantu Pakde Karwo, Bayu Airlangga saat masih berbaju Partai Demokrat. | Foto: Barometerjatim.com/IST
TAK NGARUH: Menantu Pakde Karwo, Bayu Airlangga saat masih berbaju Partai Demokrat. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Keputusan Bayu Airlangga mundur dari Partai Demokrat sempat disayangkan DPP. Namun dari temuan survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), kepergian menantu mantan Gubernur Jatim, Soekarwo alias Pakde Karwo itu ternyata tak berpengaruh terhadap elektabilitas Demokrat.

“Gak, gak, gak ngaruh!” tegas Direktur ARCI, Baihaki Sirajt saat pemaparan hasil survei lembaganya di Surabaya, Kamis (12/5/2022).

Sebaliknya, tandas Baihaki, dari temuan surveinya di lapangan Demokrat Jatim di bawah kepemimpinan Emil Elestianto Dardak justru tetap stabil, bahkan cenderung naik karena kian diminati pemilih milenial.

“Demokrat dipimpin Emil Dardak mulai merangkak. Kita lihat di Dapil, ada beberapa Dapil yang Demokrat itu trennya justru naik,” katanya.

Dari survei yang dilakukan ARCI pada 11-25 April 2022, Demokrat berada di peringkat lima dengan tingkat keterpilihan 6,9% dan terus menempel Golkar yang berada di peringkat empat (10,1%). Sedangkan posisi tiga besar ditempati PKB yang berada di puncak (19,9%), disusul PDIP (16,2%), dan Gerindra (14,9%).

Populasi survei yakni seluruh warga Jatim yang punya hak pilih dan dipilih 1.200 responden secara rendom (multistage rabdom sampling) dengan margin of error kurang lebih 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Meski semakin diminati milenial, kata Baihaki, Demokrat tetap harus menggarap basis pemilih lainnya, karena pemilih milenial cenderung apatis.

“Ini yang berbahaya kalau Demokrat tidak menggarap pemilih bertipologi lain. Tetapi saat ini pemilih partai yang terbanyak milenialnya, umurnya antara 17-25 tahun, adalah Demokrat,” tandasnya.

Namun Baihaki menegaskan, surveinya tidak terkait dengan pelantikan Emil Dardak atau mundurnya Bayu Airlangga pada 22 April 2022, namun secara kebetulan digelar pada 11-25 April 2022.

Seperti diberitakan, Bayu memutuskan mundur setelah gagal terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim. Bayu merasa dizalimi karena DPP lebih memilih Emil Dardak padahal lebih banyak didukung DPC.

Keputusan Bayu sempat disayangkan Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani.

“Kami menyayangkan keputusan tersebut, tentunya kami berharap Mas Bayu Airlangga akan meninjau kembali keputusannya dan bisa tetap menjadi keluarga besar Partai Demokrat,” katanya.

Menurut Kamhar, apa yang terjadi adalah dinamika organisasi. Menurutnya, jika keputusan DPP belum sesuai harapan, maka bisa menempuh mekanisme organisasi sesuai AD/ART partai.

“Ada baiknya Mas Bayu menempuh jalan ini, untuk memperjuangkan keadilan sesuai yang diharapkan Mas Bayu dan pendukungnya,” ujarnya.

» Baca berita terkait Demokrat. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -