Masyarakat Butuh Program Kerja, Jangan Disuguhi Trah

JANGAN 'JUALAN' TRAH: Kristoforus L Kleden, memenangi Pilkada butuh strategi menyakinkan masyarakat terkait kesejahteraan, bukan mengandalkan trah. | Foto: Ist
JANGAN ‘JUALAN’ TRAH: Kristoforus L Kleden, memenangi Pilkada butuh strategi menyakinkan masyarakat terkait kesejahteraan, bukan mengandalkan trah. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sikap Sekretaris Tim Pemenangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur, Sri Untari yang bersikeras agar diperbolehkan mencantumkan gambar Bung Karno di alat peraga kampanye tak bersambut. Selain tak digubri KPU Jatim, hal itu dinilai bukan jaminan bakal memenangi Pilgub Jatim 2018.

“Tak ada jaminan. Sebab, untuk memenangi Pilkada yang perlu diperhatikan adalah strategi menyakinkan masyarakat terkait kesejahteraan, bukan mengandalkan trah,” kata pengamat politik asal Untag Surabaya, Kristoforus L Kleden saat dihubungi wartawan, Kamis (1/2).

Pun demikian dengan Puti dan Saifullah yang mengusung nama besar Bung Karno dan KH Bisri Syansuri. “Saya kira tak akan mempengaruhi dukungan masyarakat. Sekarang bukan saatnya mengulang romantisme gerakan. Kalaupun ada hanya beberapa saja, yang dibutuhkan adalah program kerja untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Baca: Kiai Pendukung Gus Ipul: Kiai Mutawakkil Langgar Khitthah NU

Justru Kristoforus menilai keputusan PDIP menurunkan Puti di Pilgub Jatim 2018 berpasangan dengan Saifullah adalah bentuk kepanikan. “Terlepas dari kasus yang menimpa Bupati Anas, saya melihat ini bentuk kepanikan dari mereka,” tandasnya.

Kalau niat untuk memenangi Pilgub Jatim dengan menurunkan Puti, tambahnya, seharusnya sejak awal. Bukan saat muncul kasus foto mesum yang menimpa Abdullah Azwar Anas. Lagi pula masih banyak tokoh di Jatim yang layak untuk mendampingi Saifullah ketimbang Puti.

“Ada Pak Kusnadi (ketua DPD PDIP Jatim) yang mengakar sampai tingkat ranting. Terlepas dari hasil survei, saya kira Pak Kusnadi sangat pas untuk itu. Bukan malah mendatangkan orang baru ke Jatim meski ada trah Bung Karno,” tegasnya.