Masjkur Hasjim, Suka Menolong dan Tak Pernah Dendam!

KESAKSIAN: Yusub Hidayat, kepergian Masjkur Hasjim sisakan banyak kisah inspiratif. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KESAKSIAN: Yusub Hidayat, kepergian Masjkur Hasjim sisakan banyak kisah inspiratif. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Empat hari berlalu, Kamis (2/4/2020). Namun kepergian KH Masjkur Hasjim masih menyisakan banyak kisah inspiratif, baik dari keluarga, rekan sejawat, maupun kader sejak kakak ipar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa itu masih aktif berorganisasi.

Salah satunya dirasakan Ketua NU (Nahdlatul Ulama) Care Lazisnu Surabaya sekaligus Ketua Barisan Gus Sholah (Baguss) Surabaya, Yusub Hidayat.

Yusub mulai mengenal Masjkur pada 1996 di acara Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) — sayap pemuda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipimpin Masjkur.

“Beliau sangat terbuka jika ada junior yang meminta waktu untuk berdiskusi, sekadar nimba ilmu,” kenang Yusub di Surabaya, Senin (6/4/2020).

Bukan hanya ilmu, lanjut Yusub, setiap ada junior yang ingin meminta saran dan nasihat, Masjkur selalu memberikan penghormatan, setidaknya menyiapkan suguhan.

“Bagi pencari ilmu saat itu, tentu merasa sangat terhormat. Saya, misalnya, yang merasa sedang meminta ilmu, merasa terenyuh dengan sikap beliau,” ucapnya.

“Selain itu, beliau ini yang sangat membantu saya untuk bisa tetap melanjutkan kuliah di Universitas Darul Ulum (Undar),” sambungnya.

Yusub bersyukur, kedekatannya dengan Masjkur tidak terputus. Setelah menyelesaikan kuliah, Yusub dibantu untuk terlibat aktif di Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya, dan bergabung di PPP Surabaya pada 1999.

“Selama di PPP, saya sering diajak berkeliling, juga bersama Kiai Mujahid Anshori. Bukan hanya terkait PPP, Kiai Masjkur juga mengajak saya ikut pengajian yang dihadiri almarhum Gus Sholah,” paparnya.

Selain suka membantu, ujar Yusub, Masjkur disebutnya tidak pernah dendam walau dikhianati kadernya. “Bahkan oleh orang yang diangkat dari nol oleh beliau,” tandasnya.

Selalu Mikir Kebaikan

BELAJAR DARI AYAH: Lia Istifhama bersama almarhum Masjkur Hasjim. Banyak belajar dari ayah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BELAJAR DARI AYAH: Lia Istifhama dan almarhum Masjkur Hasjim. Banyak belajar dari ayah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara dalam kenangan putrinya, Lia Istifhama, semasa hayat Masjkur terlihat banyak memikirkan sesuatu, karena masih memiliki harapan untuk melakukan begitu banyak kebaikan.

“Sekarang saya menyadari, bahwa orang yang baik adalah ingin selalu memberikan yang baik pada semua pihak,” kata perempuan yang juga kandidat wakil wali kota Surabaya itu.

Lia juga bersyukur, karena dorongan sejumlah pihak agar dirinya maju di Pilwali Surabaya juga banyak mendapat dukungan dari teman-teman ayahnya.

“Beliau senang kalau dibilangi itu. Cuma beliau berpesan, agar saya sowan ke teman-teman beliau yang belum saya sowani,” kata Lia.

“Beliau juga berharap agar kami, anak-anaknya, terus menjaga ibu. Dan alhamdulillah, saya bersyukur memiliki saudara-saudara yang selalu kompak disamping ayah dan ibu,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait In Memoriam