Lupakan Ucapan Keminter! Khofifah-Risma Makan Bareng

Khofifah-Risma makan bareng di salah saru restoran di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang
Khofifah-Risma makan bareng di salah saru restoran di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pilgub Jatim 2018 membuat hubungan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Khofifah Indar Parawansa sempat memanas. Pemicunya, Risma menyebut pasangan Khofifah-Emil Dardak yang sedang berkontestasi dengan kata “keminter” alias sok pintar.

Karuan saja, kala itu, pendukung Khofifah-Emil — terutama ibu-ibu Muslimat NU — marah sekaligus kian termotivasi untuk mengalahkan pasangan calon yang didukung Risma, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno, terutama di Surabaya.

Nyinyiran keminter yang dilontarkan Risma pun berujung blunder! Gus Ipul-Puti kalah di Surabaya, kota yang dipimpin Risma sekaligus kandang PDI Perjuangan.

Tapi itu dulu! Lupakan ucapan keminter! Kini situasinya sudah sangat cair. Setidaknya hal itu tergambar lewat pertemuan Risma dan Khofifah di salah satu rumah makan di Surabaya, Minggu (10/2/2019).

Pertemuan kedua tokoh perempuan yang dikenal tegas tersebut berlangsung penuh kekeluargaan. Tak terlihat ada sisa-sisa perseteruan di Pilgub Jatim 2018. Bahkan keduanya saling berbagi makanan, mulai lorjuk hingga tahu telor.

“Tadi saya makan tahu telor, lorjuk juga. Kuliner Surabaya yang layak dipromosikan ke luar negeri, salah satunya ya tahu telornya,” kata Khofifah usai pertemuan.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut membahas banyak hal, terutama masalah sosial dan pendidikan. Risma terlihat aktif menceritakan kasus-kasus sosial dan pendidikan di Surabaya kepada Khofifah.

Ajang Koordinasi

Pertemuan Khofifah-Risma berlangsung hangat dan kekeluargaan. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang
Pertemuan Khofifah-Risma berlangsung hangat dan kekeluargaan. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

Sementara itu mantan Jubir Khofifah-Emil Dardak, KH Zahrul Azhar As’ad menuturkan, selain banyak membahas masalah sosial dan pendidikan, pertemuan juga menjadi ajang koordinasi acara Pidato Kerakyatan Khofifah di Tugu Pahlawan, 14 Februari 2019, atau sehari setelah Khofifah dilantik menjadi gubernur Jatim.

“Ya koordinasilah, Bu Khofifah sebagai gubernur Jatim terpilih dan Bu Risma sebagai wali kota yang punya wilayah,” kata kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut.

Gus Hans tak memungkiri kalau hubungan Risma dan Khofifah sempat memanas di Pilgub Jatim lalu. “Itu sudah menjadi rahasia umumlah, kalau beliau berdua tidak begitu nyekrup. Tapi alhamdulillah dengan pertemuan ini, insyaallah tidak ada lagi kendala-kendala seperti itu,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum, Jombang itupun mengajak untuk melupakan tone negatif yang pernah terjadi, termasuk ucapan keminter Risma. “Prinsipnya klemben-klemben, roti-roti. Biyen-biyen, saiki-saiki (Dulu ya dulu, sekarang ya sekarang),” tandasnya.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Risma