Libur Panjang, Khofifah Malah ‘Bergelut’ dengan Lumpur

TEROBOS LUMPUR: Mensos Khofifah Indar Parawansa tak canggung menerobos lumpur untuk melihat langsung titik longsor dan banjir bandang di Aceh Tenggara, Sabtu (14/4).

ACEH TENGGARA, Barometerjatim.com – Tak berlebihan jika Bupati Bojonegoro, Suyoto menyebut cara kerja Mensos Khofifah Indar Parawansa melampaui batas maksimal. Faktanya: Bila kebanyakan orang memanfaatkan long weekend untuk berlibur, Khofifah justru memilih menyambangi korban longsor dan banjir bandang di Aceh Tenggara, Sabtu (14/4).

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah membawa bantuan senilai Rp 368,9 juta untuk korban longsor dan banjir bandang di Aceh Tenggara. Bantuan berupa paket sandang, pangan, selimut, genset, dan matras tersebut menambah lengkap bantuan yang telah diberikan Pemerintah Provinsi Aceh sejumlah Rp 170,7 juta.

“Saya ikut merasakan apa yang dirasakan bapak-ibu semua. Semoga kejadian seperti ini (banjir bandang) tidak berulang kembali. Bagi keluarga korban meninggal semoga diberi ketabahan, kekuatan dan kesabaran,” tuturnya.

Khofifah menuturkan, Kemensos juga telah membuka dapur umum lapangan (dumlap) sebagai bagian dari aksi tanggap darurat sesaat setelah terjangan banjir. Dumlap dikelola personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari wilayah sekitar.

Dumlap tersebut tersebar di tujuh titik yakni Lawe Beringin Kecamatan Semadam, Lawe Sekumpat Kecamatan Lawe Sigala, Lawe Tua Kecamatan Lawe Sigala, Lapangan Lawe Tua Kecamatan Lawe Sigala, Lawe Sigala Dua Kecamatan Lawe Sigala, Lawe Sigala Timur dan Desa Kayu Mbelin, serta Lawe Sigala Barat Jaya dan Desa Sigala Barat.

“Tiap satu dumlap mampu menyajikan hingga 1.000 porsi makanan tiga kali sehari bagi para pengungsi,” terang Mensos.

“Saya ikut merasakan apa yang dirasakan bapak-ibu semua. Semoga kejadian seperti ini (banjir bandang) tidak berulang kembali.”

Bagi korban meninggal, Kemensos memberikan santunan bagi ahli waris masing-masing senilai Rp 15 juta. Adapun jumlah total korban terdampak sebanyak 1.210 orang atau 302 kepala keluarga (KK).

Selain bantuan logistik bagi korban banjir bandang, Kemensos juga telah menyiapkan jaminan hidup (jadup) yang akan dibagikan setelah tim Pemkab Aceh Tenggara melakukan verifikasi data korban dan di SK-kan oleh bupati.

Dikatakan Mensos, jadup menurut Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 4/2015 adalah bagi keluarga yang rumahnya rusak berat. Jadup diberikan satu kali dan pencairannya dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.

“Jadup diberikan per jiwa bukan per keluarga. Warga yang masuk dalam kategori penerima huntara BNPB kita akan cek berapa anggota keluarganya. Jumlah itu yang akan mendapat jadup,” kata Mensos.

TURUT RASAKAN DUKA: Mensos Khofifah Indar Parawansa turut merasakan duka korban longsor dan banjir bandang di Aceh Tenggara.

Setelah melihat langsung dampak bencana, Khofifah menuturkan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama pembersihan sisa banjir bandang.

Karenanya, dia akan meminta bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memfasilitasi ekskavator berukuran besar untuk membantu menyingkirkan material berupa batu dan batang pohon.

Seperti diketahui, Banjir bandang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara pada Selasa (11/4) pukul 18.00 WIB.

• Baca: Hari Minggu Kerja, Mensos Lampaui Batas Maksimal

Sedikitnya delapan desa di dua kecamatan terdampak langsung banjir bandang, yaitu Kecamatan Semadam meliputi Desa Suka Makmur dan Lawe Beringin, sedangkan di Kecamatan Lawe Sigala-Gala melanda Desa Lawe Rakat, Lawe Kesumpat, Batu Dua Ratus, Lawe Sigala Barat, Kayu Mbelin dan Lawe Tua Gabungan.

Akibat bencana alam tersebut, dilaporkan dua orang meninggal dunia yaitu Boru Panjaitan (80) dan Terang Panjaitan (18) yang hanyut akibat banjir. Berdasarkan data BPBD Aceh Tenggara, sebanyak 174 rumah hanyut dan 303 rumah rusak berat.

JADUP KORBAN LONGSOR-BANJIR BANDANG
(Bandang Aceh Tenggara)

Bagi penghuni yang rumahnya rusak berat akan diberikan jaminan hidup 90 hari dikalikan Rp 10 ribu. Total Rp 900 ribu/jiwa.
Jaminan hidup maksimal tiga bulan sebesar Rp 900 ribu dan isi huniannya maksimal Rp 3 juta.